Pesantren Untuk Para Pengemudi Becak

TUKANG BECAK

Pesantren kilat dengan peserta para pelajar bukan hal yang baru. Namun bagaimana dengan pesantren kilat dengan peserta para tukang becak? Tapi itulah yang terjadi.

Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pesantren Becak. Para pesertanya adalah puluhan pengemudi becak. Rencananya akan digelar di Masjid Diponegoro Kompleks Balai Kota Yogyakarta saat bulan Ramadan.

“Kami ingin memuliakan pengemudi becak. Selama bulan puasa, mereka harus berjuang keras untuk menjalankan ibadah puasa,” ujar Misbachrudin, Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta, pada Selasa Malam.

Tema Pesantren Becak tahun ini adalah “Golek Ganjaran Oleh Bayaran” (mencari pahala mendapat penghasilan). Rencananya peserta akan berjumlah 49 tukang becak. Jumlah tersebut sudah melebihi target awal yang sebanyak 25 orang.

Kegiatan pesantren ini akan dimulai pada saat sahur pada pukul 03.30 WIB, dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah, pengajian dan tadarus Alquran. Kegiatan pun berlanjut pada pukul 11.30 WIB yaitu dengan menggelar sholat dzuhur berjamaah, dan pengajian. Lalu pada pukul 15.00 WIB dilakukan sholat ashar berjamaah, pengajian, buka puasa hingga sholat tarawih.

Kemudian pada tanggal 21-27 Ramadan ada kegiatan tambahan yaitu dengan melaksanakan shalat Tahajud dan itikaf dari pukul 01.00 WIB sampai 03.00 WIB. “Di sela-sela kegiatan Ramadhan, para pengemudi becak itu bisa tetap menjalankan profesinya untuk mendapatkan penghasilan,” tambahnya.

Sebagian besar tukang becak yang ikut kegiatan ini berusia lebih dari 50 tahun. Selain materi dan praktek ibadah agama Islam, tukang becak itu juga akan diberikan materi tambahan lainnya seperti materi kesehatan, ketertiban lalu lintas, sampai merawat jenazah.

“Ada yang sudah bisa praktik wudlu, sholat, dan membaca Alquran, namun ada juga yang belum,” ujar Misbachrudin menjelaskan profil dari peserta Pesantren Becak ini.

Peserta kegiatan pesantren Becak ini pun akan mendapat banyak fasilitas. Seperti penginapan dan tempat parkir becak, konsumsi berbuka puasa, konsumsi tadarus Alquran, konsumsi sahur, perlengkapan mandi, Alquran, sarung, baju, kaos, peci, dan tas.

Dan bagi peserta yang berhasil menjalankan seluruh kegiatan selama ikut pesantren tersebut akan mendapatkan uang tambahan sebesar Rp 1 juta serta bingkisan kebutuhan pokok yang berisi minyak goreng, beras, gula pasir, roti, teh dan kopi.

Suatu kegiatan yang patut diacungkan jempol. Sebuah upaya untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa kerja keras secara fisik tidak menghalangi seseorang untuk berpuasa, bahkan disertai ibadah-ibadah lainnya.

Kegiatan seperti ini, nampaknya perlu dikembangkan dan dicontohkan oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia

Sumber news: http://news.fimadani.com/

Sumber image: antarafoto.com

You may also like...

1 Response

  1. marwandi says:

    New Paytren:
    Assalamualaikum
    SEMANGAT PAGI

    Apapun Profesi kerja anda.
    Apapun Agama anda.
    Apapun Latar belakang anda.
    Apapun Kelamin anda
    Apapun Partai anda.
    Dimanapun anda berada.

    PASTI anda Butuh BELI pulsa / Token PLN
    TIKET PESAWAT/KERETA
    BAYAR Listrik BPJS
    LEASING TELPON
    TV CABLE/VISION dll.

    Kecuali TARZAN tinggal di Hutan.

    Paytren adalah MERAH PUTIH hasil produk Anak bangsa Ustadz. Yusuf Mansur dan untuk semua anak bangsa indonesia bahkan seluruh dunia.

    Paytren memberi kemudahan transaksi dimanapun dan kapanpun 24 jam.
    Tiap transaksi dpt cascback dan bernilai sedekah / sosial ibadah
    Jadikan pengeluaran anda menjadi PENGHASILAN jutaan/minggu lewat Paytren.

    Mau tau caranya Tanyakan saya bagaimana.
    Klik http://www.bestpaytren.com/marwandi

    silahkan hub

    WA/Telegram 089637111991
    Bbm 56A5707F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like