Yusuf Mansur

“Prince Sultan Islamic School” Sekolah Islam di Korea Selatan

 

 

Korea Selatan memang bukan Negara yang mayoritas beragama Muslim. Berdasarkan sensus pada tahun 2005 jumlah populasi kaum Muslim di Korea Selatan telah mencapai 145 ribu-160 ribu orang dari 50,22 juta jiwa penduduk Korea Selatan.

Diperkirakan 50 ribu diantaranya merupakan penduduk asli Korea sedangkan sisanya merupakan pendatang dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Negara-negara di Timur Tengah. Perkembangan Islam di Korea Selatan ditandai juga dengan hadirnya komunitas-komunitas Muslim. Komunitas Muslim di Korea merupakan komunitas yang kaya dengan keberagamaan latar belakang etnis dan budaya.

Di tengah kondisi itu, komunitas Muslim Korea pelan-pelan menunjukkan bergerakan meskipun dalam jumlah minoritas. Arab Saudi bekerja sama dengan Muslim Korea Selatan akan mendirikan sekolah Islam pertama di Korea.

Melalui kerjasama dengan Dubes Saudi, diharapkan agara Korea Muslim Federation (KMF) dan warga Muslim di Negeri Gingseng bisa mendapatkan pendidikan sekolah Islam. Mendirikan “Prince Sultan Islamic School (PSIS) pada tahun 2006 silam. Sekolah ini merupakan sekolah Islam pertama yang dibangun di Korea Selatan. Bertujuan untuk membantu Muslim di Korea belajar tentang agama mereka melalui kurikulim sekolah resmi.

Dilansir dari Koreatimes, PSIS adalah sekolah dasar Muslim pertama di Korea yang terletak di kawasan Itewon, Korea Selatan. Sekolah ini diresmikan pada tahun 2006 lalu. Pendirian sekolah tersebut didanai oleh Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. “Pada tahun 2015, sekitar 65 siswa yang bergabung di sekolah ini,” ujar Imam Lee yang merupakan lulusan bahasa Arab dan studi Islam dari Madinah Islamic University pada 1985.

Sekolah ini memiliki kurikulum yang sama dengan sekolah dasar lain di Korea. Meskipun demikian, setiap kelas akan diajarkan dalam bahasa Inggris. Menurut beliau, siswa juga diajarkan pendidikan Agama Islam sesuai kurikulum, seperti membaca Alquran serta menulis aksara Arab.

“Anak-anak yang lulus dari sekolah ini tidak hanya akan memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa inggris akan tetapi juga bahasa Arab,” kata Sohn Joo-young, direktur dari KMF.

KMF mengembangkan kurikulum sekolah dan program pertukaran pelajar melalui kerjasama dengan organisasi-organisasi Muslim di Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand. Rasa terimakasih mereka atas bantuan financial dari pemerintah Arab Saudi, terutama kepada Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. Dan Korea Muslim Federation (KMF) akan menerima semua siswa tanpa membatasi agama dan kewarganegaraan, serta biaya sekolah yang tidak akan setinggi biaya sekolah swasta umumnya.

Pada tahun 2015 lalu, Prince Sultan Islamic School (PSIS) telah meluluskan siswa angkatan pertamanya sekitar 10 anak non Korea maupun Korea. KMF akan berencana membangun pusat budaya, sekolah menengah, dan bahkan universitas dalam jangka panjang ini.

 

Penulis: Ratna Putri

Sumber: dari beberapa berita online

Exit mobile version