• 2-iklan BYM

  • 4-banner-sto

  • home ym com

  • Tahfizh Camp artikel

  • 8ac0a7a2-b1f7-43d2-998d-1ef08bc4e4a4

  • sedekah online
  • sedkah produktif

Resep Hiburan Saat Lelah Ala Rasul

Stres. Penyakit ini sering melanda manusia jaman sekarang. Penyebabnya antara lain: beban hidup semakin berat, tuntutan dan kebutuhan yang juga makin meningkat, dan bentuk interaksi yang makin beragam. Semua itu membuat manusia lelah mental dan lelah fisik.

Di kantor, bertemu dengan persaingan internal dan eksternal. Untuk anda yang pernah bekerja di kantor, pasti pernah ngerasain satu-dua hal yang ga menyenangkan. Misalnya, perselisihan antarteman, ga sepaham sama atasan, hingga gaji yang jauh dari kebutuhan.

Dalam hal dagang, bermasalah dengan kasus dagangan yang sepi, atau ketemu sama pesaing yang punya modal besar dan jumlah barang dagangan yang lebih banyak.

Di rumah, ketemu sama penghuni rumah yang seringkali ga nyenengin, baik di rumah sendiri maupun tetangga, yang ga jarang berselisih karena hal-hal sepele.

Belum lagi, kelelahan karena cara pandang kita yang salah dalam ngejalanin hidup. Maka, kita akan makin lelah, lelah, dan lelah.

Saudaraku, penting bagi kita untuk istirahatin hari dengan mengalihkan rutinitas dunia sejenak. Oleh karena itulah, kita memerlukan ibadah, baik ritual maupun sosial. Berjalan satu sisi dengan orang yang lebih susah, dan memerlukan langkah-langkah menuju kebaikan yang bukan melulu soal siklus kesibukan dunia aja.

Kalo kita tiap hari kerja dan tiap hari pula ketemu dengan hal-hal yang itu-itu aja, misalnya ketemu komputer, meja, surat-surat, atau ketemu sama sumpeknya lingkungan tempat tinggal, maka bolehlah kita sejenak mengistirahatkan hati dan pikiran sekaligus memanjakannya dengan berlibur, menjauh dari rutinitas.

Kenapa sekali-kali harus ada perubahan suasana? Satu jawabannya: karena penyakit mental akan mudah hinggap. Berawal dari penyakit mentallah, penyakit fisik berikutnya bakal muncul.

Rasulullah ngasih kita resep sederhana supaya kita terhibur dari kelelahan dunia. Kata Rasul, “Perbanyaklah mengingat kematian, maka kamu akan banyak terhibur dari kelelahan dunia. Hendaklah kamu banyak-banyak menerima keadaan (pandai bersyukur) karena ia akan menambah kenikmatan dari Allah. Perbanyaklah berdoa, sesuungguhnya kamu tidak akan tahu kapan doamu akan terkabul.”

Dengan mengingat kematian, kita diingatkan akan ketidakabadian dunia yang kita kejar

Istirahatkan hati dan pikiran dari kelelahan dunia melalui mekanisme shalat, doa, dan kepasrahan

 

 

Dikutip dan disesuaikan dari buku Kun Fayakun Series “Kado Panjang Umur”

sumber pict: theeverylastdetail

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.