• home ym com


Satu Desa, Satu Hafidz Al-Quran

 

 1. anak-anak-baca-al-quran

 

Subhanallah… semoga ada lagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Indonesia seperti Pemkab Kulonprogo. Ada apa dengan Kulonprogo?  Pemkab yang masuk propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini menargetkan satu desa minimal ada satu penghafal Al-Quran.

Bupati Kulonprogo, H Hasto Wardoyo mengungkapkan hal itu di sela-sela penyerahan penghargaan kepada 95 hafidz/hafidzoh serta 67 ustadz/ustadzah di Wates, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (4/8).

“Cita-cita ini  tidak terlalu muluk dan bisa tercapai,” kata Hasto Wardoyo yang menyerahkan penghargaan senilai Rp 68,9 juta.

Hasto mengapresiasi para guru ngaji karena berkat jasanya, telah menelorkan penghafal Al-Quran. “Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para ustadz dan ustadzah yang sudah memberikan sumbangsih kepada masyarakat untuk melatih para penghafal Kulonprogo. Terlebih di Kabupaten Kulonprogo masih penting dan perlu sekali untuk meningkatkan kemampuan dalam menghafal Al-Quran,” kata. Hasto.

Di samping itu, Bupati mengharapkan dukungan, dorongan para guru penghafal Al-Quran agar bisa menyemangati tercapainya cita-cita ini.

Bupati menilai anggaran penghargaan bagi penghafal Al-Quran ini belum seberapa dibanding nilai hafalan yang sudah dicapai. Namun menurutnya Pemda ingin memberi penghargaan yang lebih dari pada saat ini secara tulus terhadap para penghafal dan guru penghafal yang sudah meluangkan banyak waktunya untuk menghafal dan menjaga hafalan Al-Quran.

Selain penghargaan, Pemkab juga memberikan beasiswa kepada para santri berusia 6 – 15 tahun melalui BAZDA untuk menjadi penghafal Al-Quran. Hal ini untuk mewujudkan cita-cita satu penghafal tiap desa.

Pemkab Kulonprogo, saat ini sedang menyusun rancangan Perda yang mewajibkan siswa Sekolah Dasar khatam Al-Quran di kelas 6 SD sehingga bisa membaca dengan benar. Draft Perda  sedang disusun yang meliputi kelas 3 SD khatam Iqro, dan kelas 6 khatam Al-Quran.

‘Mudah-mudahan Perda ini disetujui DPRD bersama dengan Pemda di tahun 2015 ini sehingga di tahun-tahun 2016-2017 tinggal mengalokasikan anggaran,” tandasnya.

Ditambahkan Hasto, Perda itu tidak membuka peluang ada SD yang kekurangan guru agama Islam. Hasto mengizinkan SD menggaji guru honor untuk mengajar Al-Quran.

Sumber news: www.republika.co.id

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.