Saya Paling Senang Sujud Karena Ini

Saya paling senang sujud. Saya merasa dekat sekali dengan Allah. Iya dekat sekali ke Allah. Kemudian membuat tidak ada, “aku” tidak ada ”saya.” Tidak ada ego, tidak ada ketinggian hati, sadar posisi diri. Sama rendah dengan bumi. Sama rendah juga dengan tanah yang menjadi asal penciptaan manusia.

Sujud

Ketika saya mengkhawatirkan sesuatu, saya berdoa dalam sujud juga. Termasuk saat mengkhawatirkan bangsa juga negara. Membawa doa-doa yang dikhawatirkan seluruh masyarakat tanah air. Soal apa saja. Kemiskinan, kebodohan, kerusakan, kelaparan juga penyakit dan lain sebagainya. Maka, saat dicabut beberapa yang dikhawatirkan, ya sujud kembali. Sujud kembali itu, sekalian sujud syukur juga.

Saya Paling Senang Sujud

Buat yang belom merasakan nikmatnya sujud kepada Yang Maha Tinggi. Maka, saya, Yusuf Mansur, mendoakan, semoga bisa merasakan kenikmatan sujud. Tidak akan saya menertawakan. Tidak akan saya menghina. Gak saya ngata-ngatain. Tidak akan saya berkernyit, kenapa misalnya, orang nyuruh sujud, bersyukur kepada Allah, lalu malah ditertawakan? Malah diledek, malah dicaci, malah dimaki, malah dihina. Bahkan kemudian bersayap tertawaannya, ledekannya, caciannya, makiannya. Melebar ke mana-mana.

Yah, barangkali ga tau, barangkali ga paham juga barangkali ga ngerti. Atau ada penyakit hati. Atau ya emang terbiasa negatif. Bagi saya, ya bawa aja lagi sujud. Bawa aja semua kegundahan, pertanyaan, peristiwa, kejadian, ke sujud.

InsyaaAllah, kita sama-sama belajar tentang sujud syukur, yang hebat banget, lagi sunnah kedudukannya.

Dulu dari tahun 1997, saya lebih parah lagi. Lebih parah lagi begini, kalo sampe di mana aja, sujud syukur. Nyentuh aspal. Sebab banyak yang ga nyampe tempat tujuan. Kalo bisa makan, bisa jajan, abis itu sujud. Mau tidur, sujud. Bangun tidur, sujud. Kemudian sekalian shalat sunnah. Sebagai wujud syukur juga. Kemudian tahun 2005 saat pertama kali naek pesawat, dan kemudian bisa naek pesawat, sebelum dan sesudah mendarat, sujud. Bener-bener sujud di bawah pesawat. Saat take-off dan landing. Parah, hehehe.

***

Buku terbaru tentang Empat Surah Yaasiin, Ar-Rahmaan dan Al-Waaqi’ah: https://bukuyusufmansur.com/catalog/book-detail/155

Silakan ya semoga manfat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: