Saya Siap Salah dan Siap Menerima

Siap Salah dan Siap Menerima

Banyak negeri yang dulunya tidak ramah dengan Islam dan bahkan dulunya bukan berpenduduk muslim. Akhirnya sekarang, negeri-negeri tersebut menjadi negeri Islam dan berpenduduk muslim.

Mekkah dan Thaif misalnya. Dua kota tersebut awalnya masyarakatnya kurang keras gimana sama Rasulullah? Wong, Rasul yang malah dianiaya. Tapi kemudian bukan hanya Mekkah dan Thaif melainkan juga satu Jazirah Arab dan mayoritas Timur Tengah yang terbagi dalam dua benua menjadi muslim penduduknya.

Kita juga jangan lupa Indonesia. Dulunya bagaimana? Ini kan sebuah karunia bahwa sekarang menjadi negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia.

New York di Amerika Serikat dan berbagai kota di Benua Amerika sekarang sudah ada ribuan masjid di sana. Ada juga restoran-restoran halal sampai madrasah-madrasah Islam mulai tumbuh di sana, kayak jamur di musim hujan.

Tentunya masih banyak keterbatasan.Tapi apapun itu artinya namanya berproses.

Saya yakin tidak ada yang berpihak kepada kekejaman hak asasi manusia dan mangga, silakan mengekspresikan dalam bentuk yang dipilih dan diambilnya.

Jangan lupa berdoa. Tetap positif. Jaga keutuhan dan kedamaian di negeri sendiri juga. Jangan sampai kemudian malah pecah belah tidak karuan di dalam. Kalau dicaci, dimaki, jangan bales dengan caci-maki dan emosi juga.

Itu awal dari perselisihan hebat dan tidak usah bela-bela kawan dan saudara serta Ustadz yang dicaci dimaki. Tidak usah. Doakan saja. Seperti Rasul mendoakan penduduk Thaif.

Selebihnya, saya tetap salut dan kagum dengan semangat kawan-kawan membela Islam wal muslimin. Itu sangat baik. Semoga Allah menerima sebagai bukti bahwa setiap muslim bersaudara. Nah tinggal pertanyaannya, apakah saya bukan saudara? Hehehe.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: