Saya Tidak Baper

Dibaca Gambarnya Yah

Jika ada bangsa lain, benci sama bangsa Indonesia. Wajar.

Jika ada kaum lain, benci sama kaum yang lainnya. Wajar.

Tapi jika ada bangsa sendiri benci sama bangsanya sendiri. Benci ga keruan. Kenal engga, tau engga, paham engga, hanya sebab viral ini, viral itu. Yang diviralin sesama bangsanya sendiri juga. Ini bukan keanehan saja. Tapi penyakit.

Penyakit hati.

Apalagi jika kaum yang sama.

Katakanlah, sesama kaum yang mengaku beriman, mengaku muslim-muslimah. Islam. Lalu kerjaannya hantem sana, hantem sini, hajar sana, hajar sini.

Hari gini masih mencaci, memaki, mencibir, melemahkan, mengecilkan, meniadakan.

Malah cenderung memukul, mematikan, menghentikan, menghancurkan. Maka sungguh, ini tambah lagi bukan sebuah keanehan saja. Tapi agaknya jadi udah kronis penyakitnya.

Sampai kapan mau jadi kaum yang maju? Bangsa yang maju? Jangankan ngadepin dan bekerjasama dengan kaum dan bangsa lain? Ngadepin dan bekerjasama sesama kaum dan bangsanya sendiri saja, engga. Bahkan bukan cuma engga mau. Tapi benar-benar saling hajar.

Asli saya ga baper. Tapi pengen liat Ummat Nabi pada guyub, bersatu. Justru saling protek, saling melindungi. Saling meng-endorse. Jika ada yang salah, ya kayak anak-anak yang nakal aja. Masa mau di-bebes-in orang tua dan saudara-saudaranya sendiri? Ya didoakanlah, diajarin, dibimbing, hingga justru jadi anak yang bakti dan berguna di kemudian hari.

Met SIT. Met AYM.

Shalawat, istighfar, tasbih.

Amalan Yusuf Mansur empat surat.

Al-Mulk, Al-Waaqi’ah, Ar-Rahmaan, Yaasiin.
____________________________
Buku Terbaru: Kekuatan Impian Kekuatan Percaya Perjalanan Impian Perjalanan Percaya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: