Yusuf Mansur

Sebaik-baiknya Gerakan

 

 

Kita tetep aja ga tau apa yang terjadi di sekitar kita. Bahkan kadang apa yang terjadi di dalam diri kita.

Bertanya kepada Allah, berdoa kepada-Nya, dan berserah diri, adalah hal yang paling mungkin kita lakukan.

Semakin banyak kita buka mata buka telinga, apalagi buka bicara, kadang semakin jauh dari kebenaran. Dan kadang, itulah yang dimaui syeitan dan sekutu-sekutunya.

Menahan diri dan bersabar, adalah juga bukan berarti tak bergerak. Ia tetep dinamis. Ke depan. Ke atas. Ke Allah. Terus melangkah dan bergerak koq.

Ketika orang melihat kita dan anda semua tidak ada gregetnya, tidak ada geraknya, tidak ada jalannya, kita dan anda, jalan ke tempat air wudhu, lalu jalan shalat.

Bukankah ini juga sebaik-baiknya gerakan? Dan bukankah ini sebaik-baiknya juga perjalanan ikhtiar?

Jauh lebih hebat dari berjalan dan berharap kepada manusia, siapapun dia. Entah itu orang kaya, orang kuat, bahkan orang terkaya dan terkuat sekalipun.

Sementara jika ada orang bilang, “Doa saja tidak cukup!”, maka pertanyaannya, “Sudahkah ia benar-benar berdoa? Ataukah cuma rame di twitter? Hehehe.”

Silahkan bergerak menuju tempat wudhu. Menuju tempat shalat. Lalu shalatlah seperti menghadap pembesar, dan berdoalah sepenuh hati dan pengharapan.

Doakan semua keadaan carut marut. Baik soalan-soalan diri sendiri, keluarga, kawan-kawan, kampung, kota, hingga soalan bangsa dan negara. Salam.

Exit mobile version