Sedekah, Doa, & Pamrih

83,560 Views

sedekah-1Ttg sedekah, doa, dan pamrih, konsep saya memang beda.

Doa itu ibadah.

Seperti sedekah, di mana ia juga ibadah. Dan doa, bukan pamrih.

Niat, ga bisa disebut atau disamakan dengan doa.

Niat ya niat. Doa ya doa.

Dari sini semua bermula. Sekedar sharing juga, he he he.

Seseorang yang sedekah, kepengen anaknya sembuh, maka permintaan itu “setara/sama/serupa” dengan pengen kaya, pengen selamet, pengen nikah, pengen kerja, pengen tolak bala, pengen punya rumah, pengen terus sekolah, pengen masuk kampus favorit, pengen beasiswa di luar negeri, pengen punya anak, pengen punya modal, pengen punya modal, pengen ngembangin usaha, pengen punya usaha, pengen naik karir, dll.

Ketika “pengen”, maka itu udah masuk wilayah doa. Bukan niat lagi.

Niatnya apa? Ya niatnya sedekah.

Doanya? Doanya supaya bisa selamet dari fitnah, dll. Semua yg disebut: setara, sama, serupa. Sebab sama-sama disebut doa.

Orang shalat tahajjud. Niatnya?

Ya tentunya niat shalat tahajjud. Usholii sunnatat-tahajjud…

Ketika dia shalat tahajjud supaya dinaikkan derajat, supaya jadi orang kaya, dilapangkan rizki, lunas hutang, sembuh dari penyakit, dll., maka ketika ada kalimat “supaya”, maka itu masuk wilayah doa.

Sedekah, tanpa doa? 1 pahala.

Sedekah + doa ? 2 pahala.

Bila beda di awal, maka beda pula serencengan, he he he. Saya, terhadap amal-amal lain, ya ga nyebut itu sbg pamrih. Bahkan ngarep di mata saya, adalah juga doa. Amal tinggi banget bila seseorang bisa ngarep sama Allah saja. Ga ngarep sama yang lain. Baru bermasalah, bila ngarepnya ke orang. Dia bantu orang lain, tapi ada maunya dari orang itu. Itu yg ga boleh. Atau riya (memperlihatkan amal kepada yg lain). Atau sum’ah (memperdengarkan kpd yg lain).

Baca Qur’an, supaya dapat berkah. Boleh ga?

Nah di sini, beda konsep.

Baca Qur’an, niatnya apa?

Ya pastinya ridho Allah.

Ya baca Qur’an aja. Terus minta hidup berkah, kekayaan berkah, anak2 berkah, rumah tangga berkah, pekerjaan berkah, usaha berkah, umur berkah, tenaga berkah.

Ketika nyebut “supaya”, itu udah masuk lagi2 ke wilayah doa. Jangankan sekedar berkah, atau katakanlah bahwa permintaan itu adalah “cuma” 1 permintaan. Dia minta sejuta permintaan, setelah baca Qur’an, atau bahkan sebelum baca Qur’an, atau bahkan nih, tanpa baca Qur’an, maka doa itu boleh banget2. Ngarep, boleh2 banget. Tidak ada satupun yang berhak melarang.

Jika doa sudah disebut niat, maka itulah awal pertentangan atau perbedaan.

Koq sedekah pengen kaya?

Koq birrul walidain pengen diangkat derajatnya, koq dhuha pengen dibuka rizki… Salah semua jadinya. Padahal, menurut konsep yg saya ikutin, kalo masuk “supaya”, itu masuk wilayah doa sebagaimana disebut di atas. Adalah rugi jika seseorang yg beramal saleh, lalu dia tidak meminta kepada Allah. Rugi banget.

Tapi saya sangat setuju, jika kemudian permintaan itu tidak hanya bersifat duniawi belaka. Tapi minta ridho Allah, minta surga, pengampunan, selamat dunia akhirat. Apapun, itu namanya “minta”. Yg bagus, beramal yang banyak, dan minta yang banyak.

Tulisan yg gini2, sdh jadi buku kompleto atas izin Allah. Judulnya: Boleh Ga Sih Sedekah Ngarep?

Boleh juga ada yg mengatakan. Niatnya melaksanakan tugas kantor. Ngejar target. Supaya naik pangkat, supaya promosi. Supaya naik gaji. Itu kalau di dunia manusia kerja. Apalagi kalau niatnya ibadah, ya keren banget.

Seluruh motivasi dunia, dibenarkan, menurut saya, jika mencarinya “hanya” di Sisi-Nya, dan dg Cara-Cara-Nya.

Dunia adalah milik Allah. Dekatkan semua yang pengen dunia, dengan Pemilik-Nya. Supaya mereka tidak meminta dunia dari selain-Nya, dengan cara-cara yang tidak diridhai juga oleh Pemilik-Nya.

Dan ajarkan mereka yang kepengen dunia, sebagaimana kita mengajarkan karyawan-karyawan kantor u/ bekerja terbaik, ngejar target, lalu dapet bonus terbaik juga.

Maka ajarkan yg pengen dunia, apa-apa yang diperintahkan Pemilik Dunia, spy dapat bonus banyak fii-haadzihil-hayaatid-duniaa… Ajarkan mereka yang pengen dunia, untuk meninggalkan seluruh larangan Pemilik Dunia. Spy dapet. Atau dapetnya dengan ridha-Nya.

Sbb banyak yg dapat, tp tidak dg Ridha-Nya. Dengan cara-cara yang benar, cara2 yg betul, yg hati2, tapi penuh semangat, sbb dunia memang milik Allah. Sementara itu, Allah pun mengajarkan, bahwa semua dunia ini, ga ada seberapanya dibanding apa-apa yang Allah akan berikan di negeri akhir. Ini dia… Ga seberapa dibanding dengan apa-apa yang Allah akan beri di negeri akhir.

Jadi, bukan ga boleh. Justru boleh banget. Malah dimotivasi, bahwa akan dapat yang lebih baik lagi nanti di akhirat. Ajarkan pula kehati2an, bahwa jangan sampe berhenti di expecting something about dunia only. Harus lebih powerful. Minta itu selalu dua, selalu seimbang: permintaan dunia, permintaan akhirat… Kayak yg diajarkan Allah sendiri: Rabbanaa aatinaa fid-duniaa hasanah, wafil-aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaabannaar.

Permintaan seimbang pun trnyata msh ga seimbang. Sbb Allah ngajarin 2:1, dua banding 1. Permintaan kebaikan negeri akhir, msh ditambah permintaan selamat dan terlindungi dari api neraka. Dua permintaan berbanding 1 permintaan di dunia.

Ini sekaligus ngajarin juga kita, bahwa sebaik-baik permintaan, tetap permintaan akhirat. Tapi permintaan akhirat, tetaplah permintaan. Artinya, ya harus juga diminta. Jangan diem aja. Jangan sampe sedekah ya sedekah saja, baca Qur’an ya baca Qur’an saja, dhuha ya dhuha aja, berbuat baik ya berbuat baik saja. Jangan. Kudu ada permintaannya. Kudu ada doanya.

Salam. Selamat berbuat baik, dan berdoalah. Sesungguhnya Allah menunggu dan mendengar doa. Silahkan share apa2 yang didapat di www.yusufmansur.com atau di twitter @yusuf_mansur, ke sebanyak2nya orang. Dan salamkan salam saya, agar perbanyak sedekah, supaya doa lebih maqbuul lagi. Lebih dikabulkan. Juga jaga shalat fardhu berjamaah, di masjid, khususnya di masjid, dan sebisa mungkin jauhi dosa, jauhi maksiat.


Article written by Admin

118 Responses

  1. anggara jauhari
    anggara jauhari June 17, 2013 at 8:37 am | | Reply

    Salamu’alaikum,
    Tadz, saya kangen pengen dijelasin tentang 10 Dosa Besar.

    1. Maria
      Maria June 22, 2013 at 7:05 am | | Reply

      QS2:261 itu adalah ttg PAHAL bkn dpt HARTA!,QS 2:262 .. kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu DENGAN MENYEBUT NYEBUT PEMBERIANNYA (KESAKSIAN!)
      QS 2:264 .. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu DENGAN MENYEBUT NYEBUT PEMBERIANNYA
      QS 2:272 Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya KAMU AKAN DIBERI PAHALAnya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)…..BUKAN BERUPA HARTA YE!
      YM itu MENIPU dg KESAKSIAN SEDEKAH, dari mana si YM/umat itu tahu kalo KEKAYAANny dr sedekahny??? ALLAH yg kasih tahu??? artiny si YM itu PENIPU!!!

      1. aini
        aini June 27, 2013 at 2:19 pm | | Reply

        ko gitu sih mba?udah pernah tau tentang NAZAR blm mba?itukan sama aja kita berdo’a memohon sesuatu dan jika di kabulkan kita akan melakukan sesuatu sesuai niat awal..hati2 loh mba ,nnt jatuhnya fitnah.

      2. riri
        riri March 9, 2014 at 4:31 pm | | Reply

        Utk maria: kalau emang kontra sm ust ym nggak usah jelek2in beliau kaya gt… siapapun ummat islam akan marah baca comment lo, gw cm bs blg a’udzubillahiminasyaitannirojim….

    2. ely masrita
      ely masrita February 23, 2014 at 3:51 am | | Reply

      Selamat siang salam sejahtera dan sukses untuk semua
      Nama saya ely saat ini saya sedang membutuhkan dana untuk sebuah proyek yang sedang saya garap tetapi saya kekurangan dana sebesar Rp.300.000.000 ( tiga ratus juta rupiah ) dan saya akan mengembalikan dalam jangka waktu 1 bulan plus dengan bunganya,bagi siapa yang berkenan membantu saya tolong transfer ke nomor rekening 0327199527 Bank BNI 46 cabang Sungai Penuh an.Ely masrita. dan ini nomor hp saya 085273960898 dan email saya elimasrita@yahoo.com untuk lebih jelas siapa saya bisa di lihat di fb. karena saya tidak ada unsur penipuan disini.karena saya bertujuan ingin mencari bantuan dana untuk pekerjaan.

    3. ely masrita
      ely masrita February 25, 2014 at 6:06 am | | Reply

      Ass. Selamat siang salam sejahtera dan sukses untuk Ustads

      Nama saya ely saat ini saya seorang PNS di Jambi sedang membutuhkan dana untuk membuka sebuah usaha tetapi saya kekurangan dana sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah ) dan saya akan mengembalikan dalam jangka waktu 1 bulan plus dengan bunganya,saya sangat mengharap bantuan dari pak Ustad dan tolong transfer ke nomor rekening 0327199527 Bank BNI 46 cabang Sungai Penuh an.Ely masrita. dan ini nomor hp saya 085273960898 dan email saya elimasrita@yahoo.com untuk lebih jelas siapa saya bisa di lihat di fb. karena saya tidak ada unsur penipuan disini.karena saya bertujuan ingin mencari bantuan dana untuk membuka usaha.

  2. yanti
    yanti June 17, 2013 at 10:48 am | | Reply

    Semoga اَللّهُ selalu melindungi muslimin muslimat dr fitnah dunia dan melindungi ustadz biar tetap bisa memberi pencerahan untuk ummat Islam Indonesia khususnya.. آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن

  3. rika fauzana
    rika fauzana June 17, 2013 at 10:59 am | | Reply

    Seimbg… Bikin sedih stad ingt bnyak dosa ke Allah..

  4. faisal
    faisal June 17, 2013 at 11:39 am | | Reply

    coba buka surah as syura ayat 20″barangsiapa menginginkan balasan di akhirat allah akan melipat gandakan balasanya,barangsiapa menginginkan balasan di dunia allah akan memberi sebagian balasan akan tetapi dia tidak akan mendapatkan apa apa di akhirat. lihat juga surah hud ayat 15,16 tentang ancaman terhadaporang orang yg lebih mementingkan kehidupan dunia

    1. taofik muhammad
      taofik muhammad June 19, 2013 at 10:57 pm | | Reply

      Maaf, kalau menurut saya dunia itu sangat penting untuk disejajarkan dengan akhirat. Jika, umat islam memiliki pemikiran untuk terus-terusan hanya memikirkan akhirat, maka dampaknya seperti saat ini. Dampaknya adalah orang-orang muslim pada miskin dan tidak memiliki nilai tawar di hadapan kaum lain. Jangan pernah salahkan jika kaum Yahudi mampu menjajah muslim. Salah satu nya ya, karena kita terlalu fokus pada kehidupan akhirat.

      1. mamat
        mamat June 20, 2013 at 12:31 am | | Reply

        setuju banget……dengan kaya kita memiliki nilai tawar yg lebih baik,,memiliki peluang beribadah lebih banyak pula,,,, bisa bangun pesantren, mesjid, majlis majlis ilmu semua bisa dilakukan dengan harta,,,

      2. Febryan
        Febryan April 12, 2014 at 5:57 am | | Reply

        Semoga Allah memberi taufik & hidayahnya kpd antum & juga ana,

        Kebanyakan hinanya kaum muslimin saat ini karena miskinnya mereka? Benarkah?
        Lihat Islam di awal kejayaannya, apakah awalnya mereka semua orang yang berlimpah dunianya? Apakah 300+ muslim vs 1300+ kuffar itu dengan kekuatan dunia yang hanya bermodalkan 2 kuda dan beberapa unta? Apa dengan dunia yang sehina itu mereka bisa menang?

        Sungguh Allah telah menolong kamu dalam perangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang YANG LEMAH, karena itu BERTAKWALAH kepada Allah, supaya kamu menjadi orang yang bersukur. (ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin, Apakah tidak cukup bagimu Allah swt membantumu dengan tiga ribu Malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya, (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah swt menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda, dan kemenangan itu hanyalah dari Allah swt yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

        Lalu kehinaan apa ini?

        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menyampaikan:

        عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
        Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

        Semoga kita jadikan dunia sebagai sarana, BUKAN TUJUAN.

        Ingin kaya? Ingin harta berlimpah? Silahkan, ga ada yang larang! Tapi niatnya untuk apa? Untuk kemuliaan umat? Atau untuk kenikmatan diri sendiri dan keluarga?

        Salam ‘alaikum warahmatullah

    2. Maria
      Maria June 22, 2013 at 7:06 am | | Reply

      QS2:261 itu adalah ttg PAHAL bkn dpt HARTA!,QS 2:262 .. kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu DENGAN MENYEBUT NYEBUT PEMBERIANNYA (KESAKSIAN!)
      QS 2:264 .. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu DENGAN MENYEBUT NYEBUT PEMBERIANNYA
      QS 2:272 Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya KAMU AKAN DIBERI PAHALAnya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)…..BUKAN BERUPA HARTA YE!
      YM itu MENIPU dg KESAKSIAN SEDEKAH, dari mana si YM/umat itu tahu kalo KEKAYAANny dr sedekahny??? ALLAH yg kasih tahu??? artiny si YM itu PENIPU!!!

      1. niq
        niq July 7, 2013 at 5:31 am | | Reply

        Salam. kalo tidak setuju, setidaknya jangan menghujat. Setidaknya (beliau) ustad yusuf mansur sudah mengajak untuk bersedekah, mengajak untuk kebaikan apa itu salah? apalagi bukan hanya mengajak untuk sedekah, tp juga untuk mengangkat ekonomi umat, biar gak dikuasai oleh non-muslim lagi, itu juga sebuah kebaikan. juga ajakan untuk menghafal alquran, itu juga kebaikan. dan yang paling penting, ustad yusuf mansur SUDAH BERBUAT, bagaimana dengan anda? apakah juga sudah berbuat LEBIH baik dari beliau? atau hanya bisa sekedar menghujat tanpa memberi solusi yang lebih baik? Salam KALEM.

    3. Maria
      Maria June 22, 2013 at 7:26 am | | Reply

      “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (Al Muddatstsir [74]: 6)

      1. Clara
        Clara September 27, 2013 at 4:43 am | | Reply

        kan tadi YM udah bilang, “Dia bantu orang lain, tapi ada maunya dari orang itu. Itu yg ga boleh.” hehe

  5. utami
    utami June 17, 2013 at 1:18 pm | | Reply

    Tadz,Bagaikmana do’anya biar cepet kmt jodoh yg shaleh?:)

  6. Dance Ardhya
    Dance Ardhya June 17, 2013 at 2:11 pm | | Reply

    Salam. Terimakasih ilmunya. Akan saya amalkan Niat + Doa nya… Bismillah.

  7. lia kristi
    lia kristi June 17, 2013 at 3:31 pm | | Reply

    subhannalah….
    dari kemaren stiap sholat smp baru aja slese isya, saya binggung mo minta apa aja sm Allah.. (saking banyaknya,.hehe) sampe td (sebelum baca ini) mikir, mulai hari ini bikin daftar permintaan/doa buat Allah.. hehee..
    alhamdulillah.. Allah emang Maha Mendengar, Maha Mengetahui..
    makasih yaa ustadz..
    doain yaa biar saya tetep istiqomah.. :) baru 1bulan jd mualaf.. bener lho ini.. saya minta didoain.. :)) (kalem, hehe)

    1. ary
      ary June 18, 2013 at 2:14 pm | | Reply

      Assalamualaikum wr wb saudari baru ku….. :-)

      1. lia kristi
        lia kristi June 19, 2013 at 10:02 am | | Reply

        wa’alaikumsallam waramatullahwabara’katu.. :)

  8. Mama Asiha
    Mama Asiha June 18, 2013 at 12:39 am | | Reply

    Assalamualaikum Ustad…
    semoga istiqomah ya kita semua… diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah dan diberi tempat kembali yang indah… aamiin…

  9. heri
    heri June 18, 2013 at 3:21 am | | Reply

    Kenapa shadaqah disebut sebagai bukti keimanan? Hal ini karena harta adalah perkara yang dicintai oleh jiwa kita. Berat bagi diri kita untuk melepaskannya. Sehingga ketika seseorang merelakan hartanya tersebut di jalan Allah, maka ini adalah bukti yang menunjukkan kecintaannya kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka kita lihat sendiri, semakin tinggi keimanan seseorang, semakin banyak pula dia bershadaqah.
    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling tinggi keimanannya. Beliau tidak pernah tanggung-tanggung dalam bershadaqah. Pernah beliau menyedekahkan kambing beliau. Apakah satu ekor, atau dua ekor saja? Tidak. Beliau bershadaqah dengan satu lembah kambing.
    http://sedekah-umat.blogspot.com/2013/06/shadaqah-bukti-keimanan-kita.html

  10. abdul hamid albantaniy
    abdul hamid albantaniy June 18, 2013 at 2:28 pm | | Reply

    tanks atas ce
    ramahnya mudah”an brmanpaat dunia &akhirat

  11. dewi
    dewi June 18, 2013 at 4:08 pm | | Reply

    الْحَـــــــــمْدُ لِلَّـــــــــــهِِ
    Setelah baca artikel ΐñΐ sy kmbl tersadar bahwa niat bekerja sbg karyawan yang ϐά̲̣ik itu harus karena اَللّهُ bukan memperhitungkan materi… اَللّهُ yang akan menilai ϑαņ membalasnya, jangan tergantung kepada manusia (atasan) اَللّهُ ƴǎήƍ Maha membolak balikkan hati manusia.

    Wassalam.

  12. busanamuslim99
    busanamuslim99 June 18, 2013 at 4:10 pm | | Reply

    Alhamdulillah ustad,
    Hanya minta sama Allah SWT bisa mempertebal tauhid kita itu yang saya alami selama ini, diri ini jadi semakin merasa kecil dan menambah keimanan ketika doa2 dikabulkan, berbeda dengan dulu waktu nggak berdoa masalah ga kelar dan muter2 karena hanya andelin otak manusia :(

  13. dewi yana
    dewi yana June 18, 2013 at 5:07 pm | | Reply

    Berdoa & berharap pada Allah setelah kita melakukan amal shaleh, tidak mengapa, niat amal shaleh yg kita lakukan tetap krn Allah. Tidak ada larangan mengharap karunia Allah, tidak ada larangan meminta dunia sama Allah, kita bisa berharap & minta apa saja sama Allah. Yg tahu secara pasti keikhlasan seorang hamba dalam niat amalnya, hanya Allah. Jadi kita jgn terburu2 menilai seseorang pamrih atau tdk.

    Allah Al Wahhab, Al Rozzaq,
    Rasulullah bersabda, di dalam Hadists Qudsi,“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani).

    Lihat QS. Saba’: 39, QS. Fatir : 29, QS. Al Baqarah : 265

    Mintalah kalian kepada Allah dari anugerah-Nya, Sesungguhnya Allah senang untuk diminta.” (HR Tirmidzi).

  14. maulana
    maulana June 18, 2013 at 8:07 pm | | Reply

    Ustad, tlong doanya spya sy bsa istiqomah dlm beribadah.

  15. danang
    danang June 18, 2013 at 10:00 pm | | Reply

    Awal niat pengen belajar dan menambah ilmu yg bermanfaat..ee..sekarang kesampaian. Alhamdulillah..nuwun pak Yusuf.

  16. muhammad yusuf al mansur
    muhammad yusuf al mansur June 18, 2013 at 11:23 pm | | Reply

    Ya Allah, sesungguhnya kami adalah hamba-hamba Mu yang lemah, dan engkaulah yang maha kuasa atas segala apa yang terjadi pada diri kami, untuk itu ya Allah,jadikanlah kami orang-orang yang selalu berdoa padamu dan bergantung hanya pada Mu Ya Allah.

  17. Alfari
    Alfari June 19, 2013 at 3:27 am | | Reply

    Assalaamu’alaykum.

    Semoga Allah menjaga antum, ya ustadz.

    http://muslim.or.id/aqidah/jangan-nodai-ibadah-anda-dengan-niat-duniawi.html

    Barakallahu fiikum.

    1. aristomo
      aristomo August 2, 2013 at 2:03 pm | | Reply

      saya baca link yang akang kasih kalau menurut saya bacaannya sebenernya masih sepaham sama tulisan udztan YM klo diwal awal memang agak seperti anti tesis tulisan YM disini tapi klo dibelakang belakang sebenernya gak jau beda sama YM. saya ambil sedikit kutipannya

      ……..Akan tetapi jika dia menghadirkan (menginginkan) balasan duniawi dan balasan akhirat (secara) bersamaan, (yaitu dengan) dia mengharapkan balasan di sisi Allah di akhirat (nanti), menginginkan surga dan takut (dengan siksa) neraka, tapi dia (juga) menghadirkan balasan duniawi dalam amal ini, maka (yang seperti) ini tidak mengapa (tidak berdosa), karena syariat Islam tidaklah memotivasi (untuk) mengerjakan amal tersebut dengan menyebutkan balasan duniawi kecuali untuk mendorong (kita)…….

      Dari artikel ‘Jangan Nodai Ibadah Anda Dengan Niat Duniawi — Muslim.Or.Id’

      tolong koreksi kalau saya salah menafsirkan isis artikel tsb klo menurut sy intinya sama antara yg diomongin YM sm yg diartikel itu. : )

  18. apron
    apron June 19, 2013 at 4:18 am | | Reply

    assalamualaikum tad..
    klo buku yg the miracle of giving masih ada di pasaran g sih tad?

  19. Fajri
    Fajri June 19, 2013 at 7:20 pm | | Reply

    Sy kira Ustad terlalu menggeneralisir semua jenis ibadah seolah adalah satu dan untuk satu tujuan saja demi mencari pembenaran pandangan Ustad.

    Secara umum tujuan beribadah adalah semata-mata mencari Ridho Allah dan bukan yg lain. Ibadah itu juga ada macam-macamnya, dilihat dari tata cara pelaksanaannya, hukumnya, atau sifat dari ibadah itu sendiri di mana ada ibadah yg tampak oleh orang lain dan ada yg tak tampak. Ada ibadah yg dibolehan untuk ditampakkan dan ada yg tidak boleh ditampakkan. Hal tsb masuk dalam aturan beribadah

    Islam menyediakan semua jenis ibadah bagi ummatnya yg bisa dilakukan lewat berbagai media agar ummatnya memiliki kesempatan yg lebih besar dalam membekali dirinya dengan amal sholeh. Islam sudah sangat detil mengatur tiap-tiap jenis ibadah tersebut, agar tak campur aduk.

    Sedekah adalah salah satu jenis ibadah itu. Ia dianjurkan bagi orang yg memiliki kelebihan harta. Sementara untuk orang yg berekonomi lemah, maka bisa bersedekah dengan senyuman atau keanggunan dalam bertingkah laku (moril). Adapun sedekah yg menjadi trademarknya Pak Ustad, cenderung yg sifatnya materil. Dititik ini saja sudah terjadi pendangkalan makna atas esensi dari sedekah itu sendiri.

    Sedekah adalah satu jenis ibadah yang sama seperti dengan berbakti kepada orang tua yg merupakan satu jenis ibadah yg lain, akan tetapi keduanya berbeda hukum dan levelnya di mata Allah. Yg satu sunnah dan satu wajib. Cara menggeneralisir ibadah ala Pak Ustad akan menimbulkan persoalan.

    Si A adalah orang baik karena dia berbakti kepada orang tuanya. Si B adalah orang baik karena dia rajin bersedekah. Si A adalah orang tak baik karena durhaka kepada orangtuanya. Si B adalah orang tidak baik karena dia tidak rajin bersedekah. Dengan generalisasi ibadah ala Pak Ustad, maka otomatis si B menjadi orang tidak baik karena tidak rajin bersedekah seperti halnya ia telah otomatis menjadi orang tidak baik karena durhaka. Benarkah demikian? Berbakti kepada orang tua adalah jenis ibadah yg harus dilakukan dalam situasi dan kondisi apapun selama orangtuanya masih ada, sedangan untuk mengeluarkan sedekah seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya ya berkecukupan. Sudah berkecukupan pun oleh agama yg diwajibkan hanyalah zakat mal dan bukan sedekah. Mana bisa Ustad menyamakan semua jenis ibadah adalah setara padahal dalam agama tidak seperti itu aturannya. Lebih parah lagi bila sedekah itu disetarakan dan disamakan dengan sholat, bahkan pun itu sholat sunnah.

    Lalu, Ustad menyamakan antara sedekah dan doa yang karena keduanya sama-sama adalah ibadah maka adalah sama. Doa adalah jenis ibadah untuk meminta maka serupa juga dengan sedekah yg dilakukan untuk meminta. Bila doa adalah ibadah untuk meminta dengan tangan hampa, maka sedekah adalah ibadah dengan memberi untuk meminta. Ustad memisahan antara niat dan doa, agar bisa berhasil memisahan antara niat bersedekah dan harapan yang menjadi motif dilakukannya sedekah itu, seolah-olah ada perbedaan.

    Niat adalah harapan adalah keinginan itu sendiri adalah maksud dan tujuan yg terkandung dalam sebuah upaya, dan niat adalah induk dari segala jenis ibadah yg bersumber dari hati. Memisahkan antara niatan dan harapan adalah pembohongan diri sendiri yg paling bohong.

    Ustad tampaknya kebingungan dalam memetakan antara posisi NIAT yang ditempatkan pada area yg justru BERBEDA DOA=HARAPAN dan KEINGINAN (ngarep dan pengen)
    DOA = IBADAH maka
    HARAPAN DAN KEINGINAN = IBADAH
    SEDEKAH = IBADAH dan DOA= IBADAH
    DOA = SEDEKAH.
    Sedangkan NIAT ada di posisi BERBEDA dari semua itu. Seolah-olah NIAT tidak berperan sama sekali dalam terbentuknya harapan dan keinginan. Padahal yg memproduksi harapan dan keinginan adalah NIAT. Sy pikir tidak perlu mencari-cari pembenaran dalam upaya mengibadahkan harapan dan keinginan. Sebab Tuhan memang ingin agar kita hanya mengharap kepada-Nya. Meski demikian, tidak serta merta semua harapan dan keinginan menjadi ibadah. Harapan dan keinginan pun bisa jadi juga adalah dua hal yg tidak sinkron definisinya dan aplikasinya. Harapan biasanya adalah sesuatu yg sifatnya emergency dimana kita tak lagi memiliki daya untuk merealisasikannya, sedangkan keinginan biasanya adalah sesuatu yg sifatnya melengkapi atau melebihkan saja dimana bila tak terwujudkan tak akan ada efek yg serius. Demikian juga dengan DOA dimana tak semua doa dianjurkan. Mendoakan agar terjadi keburukan terhadap pihak lain adalah dilarang, seperti halnya qunut nazilah. Di titik ini saja sudah tampak bahwa paparan Ustad sangat tidak detil, apalagi sampai mengeneralisir semua itu. Ini namanya mau gampangnya saja. Bukankah dakwah itu harus jelas biar jernih.

    Sedekah adalah jenis ibadah yg jelas aturan pelaksanaanya dimana tujuannya ikhlas semata-mata karena Allah. Ada efek sosial yg positif bila sedekah bisa menjadi budaya sebuah masyarakat. Akan tetapi efek tsb tidak bisa menjadi tujuan dari sedekah itu sendiri. Efek positif itu bisa berlaku umum dan khusus yg tidak semuanya adalah sesutu yg empiris dan ketentuannya kembali kepada Allah.

    Sementara untuk meminta segala apa yg menjadi kebutuhan, keinginan kita sebagai manusia baik yg sifatnya untuk melengkapai apa-apa yg masih kurang ataupun untuk melebihkan apa-apa yg sudah lebih, Islam telah menyediakan fasilitasnya yaitu lewat doa. Tak ada batasan permintaan kepada Dia yang Maha Kaya dan Maha Tak Terbatas karena Dia memang adalah tempatnya untuk meminta.

    Bila fasilitas untuk meminta ini telah nyata disediakan medianya, kenapa harus mengorbarkan ibadah yang lain yg disyaratkan agar hanya ditujukan demi mencari Ridho-Nya.

    Bersedekah demi naik jabatan atau demi kesembuhan dari suatu penyakit, berhaji agar bisa bertambah kaya sepulang dari tanah suci, atau beramal untuk mendapatkan balasan sesuatu yg sifatnya materil dan empiris adalah godaan-godaan hati yg bisa mencemari nilai dari ibadah yg dimaksud. Sy heran bila ustad malah menjadi penyebar dari godaan-godaan tersebut.

    Sholat dhuha memiliki fadihlah untuk melapangkan rizqi di mana fadihlah ini adalah efek yg merupaan preorogatif Allah. Orang yg rajin dhuha serta rajin bekerja yg menerjemahkan kelapangan rizqi sebagai sesuatu yg empiris seperti menjadi kaya raya dan ia giat berdhuha agar bisa menjadi kaya raya, namun ternyata tidak kunjung menjadi kaya, pada akhirnya akan meninggalkan kegiatan dhuhanya. Sudah untung bila ia tidak menyebut Tuhan sebagai pembohong akibat kesalahan niatnya sendiri dan kekeliruan penerjemahaanya atas apa yg dimaksud dengan kelapangan rizqi.

    Tak berbeda nasibnya dengan orang yg bersedekah untuk sembuh dari penyakit. Niatnya bersedekah semata-mata untuk membujuk Tuhan agar menyembuhkan sakitnya. Niat tsb sungguh sangat mencolok, sebab sebelumnya selagi sehat ia jarang bersedekah, baru ketika sakit buru-buru ia menemui Ustad untuk memberi dan menyalurkan sedekahnya karena Ustad pernah menyitir hadits ttg kesembuhan penyakit lewat sedekah. Bagaimana bila penyakitnya ternyata tidak sembuh?

    Atau, dalam kasus yg lain, orang yg lewat ceramah Pak Ustad ttg kesembuhan lewat sedekah akhirnya meyakini bahwa metode tsb setara dengan penyembuhan melalui dokter. Apakah spt itu logika kesembuhan sakit lewat sedekah yg dimaksud dalam hadits? Bagaimana bila si sakit yg tercemari pikirannya oleh penafsiran Ustad ttg sedekah dan kesembuhan ini ternyata bukan orang kaya yg dananya pas-pasan untuk ke dokter dimana ia akhirnya tidak memilih ke dokter dan memilih mensedekahkan dana berobatnya kepada Ustad dan ternyata ia tidak sembuh?

    Kita sama-sama yakin bahwa Tuhan tidak pelit. Mintalah apa yg ingin diminta kepada-Nya lewat mekanisme yg telah disediakan. Tuhan juga tak keberatan untuk memberi kita cash, seperti firmannya :

    مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16)

    “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11] : 15-16)

    وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

    “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al Israa’: 19)

    Sy heran bila paparan Ustad di atas malah jarang menyitir Dalil, seolah-oleh apa yg disampaikan hanya berasal dari pikiran belaka padahal Ustad adalah seorang hafidz dan bukan filosof…hehe

    Assalamu’alaikum Wa Rahmah Wa Barokah

    1. ikhwan
      ikhwan June 23, 2013 at 4:35 pm | | Reply

      memang susah bila apa-apa hanya dipahami dari satu sisi, banyak sisi (ayat dan hadits) yang lain yang bisa menjelaskan masalah ini. Sebagai contoh sederhana, saya seorang guru, mengajar tentu pekerjaan mulia, tapi apakah salah bila dalam mengajar tersebut saya memperoleh penghasilan? Ataukah saya semata-mata mengajar tanpa boleh berharap penghasilan saya bertambah karena cara mengajar saya yang semakin baik?
      Memang lebih baik bila Anda mendengarkan penjelasan dalam kajian antv yang model penjelasan dengan papan tulis, bukan pengajian umum. Itu akan gamblang sekali karena langsung disertai ayat dan hadits.

    2. arix
      arix July 18, 2013 at 4:31 am | | Reply

      wah ulasan anda luas banget.. jadi tambah wawasan saya.. semoga ke hati-hatian sebagi berkah saling mengingatkan sesama muslim..
      tapi setelah membaca lagi dengan pelan sedekah-doa-pamrih tulisan ustad YM . rasanya kok tidak ada yang salah.. segala sesuatu memang tergantung niatnya..

    3. frida
      frida March 15, 2014 at 3:17 pm | | Reply

      Bs minta alamat emailnya..krn sy setuju dg pemaparan bpk. Smga Allah senantiasa meluruskan jalan hidup kt sesuai yg telah diturunkannya melalui qur’an dan hadist aamiin.Tks

  20. restubasar
    restubasar June 19, 2013 at 11:09 pm | | Reply

    Assalamu’alaikum
    Tulisan itu diartikan berbeda oleh setiap pembacanya. Makanya disediakan forum pengajian.
    Tapi gimana mw tanya-jawab, kalau ga pernah datang ke pengajiannya, giliran datang, ga mau nanya, seolah2 yg ada dlm pikirannya yg benar, yg lain belum benar :)
    Mari berdoa supaya Allah menunjukkan dan mberi jalan terbaik/yang benar dlam cara berdzikir, bersyukur dan ibadah kita.
    Wa’alaikummussalam

    1. yanni
      yanni June 20, 2013 at 2:20 am | | Reply

      Ass..
      Bagaimana caranya datang ke pengajian yusuf mansur sementara saya tinggal di wilayah timur (Maluku) ? Apakah ada pengajian yusuf mansur di sini?mohon info..

  21. yanni
    yanni June 20, 2013 at 2:06 am | | Reply

    Assalamu’alaikum..
    Ustad, saya ingin sekali bisa bercengkrama dengan ustad ttg masalah rumah tangga saya.tp saya ga tau caranya bagaimana.tiap malam saya tahajud minta pertolongan Allah supaya masalah saya diberikan jalan keluar.saya ga bisa menceritakan masalah ini kpd orang tua saya, keluarga suami saya, atw pun sahabat saya, mohon bantuannya ustad..
    Assalamu’alaikum

  22. Alfari
    Alfari June 20, 2013 at 2:36 am | | Reply

    @restubasar

    Sebaiknya kita juga jangan terburu-buru mengatakan kepada seseorang, anda belum datang ke pengajian ustadz nya atau belum tabayyun / cek&ricek.

    Ustadz Yusuf Mansur adalah seseorang yang terkenal, -wa lillahilhamd-, di negeri kita ini dan tentunya banyak menarik penuntut ilmu yang ingin mengenal beliau.

    Lalu jika ada seseorang dari mereka itu, yang membantah beliau dalam koridor-koridor ilmiah dan syar’i, sebaiknya yang kita lihat dan ikuti adalah dalil Qur’an, Sunnah dan pemahaman para shahabat Nabi terhadap hal tersebut, dan inilah parameter kebenaran, bukan perkataan si fulan dan ‘alan.

    Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa ittiba’ (mengikuti) kepada Qur’an dan Sunnah dan menghindari dari sikap taqlid buta kepada person-person tertentu.

    Allahul-musta’an

  23. Maria
    Maria June 22, 2013 at 7:03 am | | Reply

    QS2:261 itu adalah ttg PAHAL bkn dpt HARTA!,QS 2:262 .. kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu DENGAN MENYEBUT NYEBUT PEMBERIANNYA (KESAKSIAN!)
    QS 2:264 .. janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu DENGAN MENYEBUT NYEBUT PEMBERIANNYA
    QS 2:272 Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya KAMU AKAN DIBERI PAHALAnya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)…..BUKAN BERUPA HARTA YE!
    YM itu MENIPU dg KESAKSIAN SEDEKAH, dari mana si YM/umat itu tahu kalo KEKAYAANny dr sedekahny??? ALLAH yg kasih tahu??? artiny si YM itu PENIPU!!!

    1. alfymaghfira
      alfymaghfira July 21, 2013 at 10:40 am | | Reply

      hallo mbak maria yang sok tahu,
      sepertinya anda hanya bisa membaca alquran berupa terjemahnannya ya?? coba deh sebelum mbak publis komentarnya, diserap dulu di mengerti dulu dong mbak MARIA..Alqurannya, anda muslim kan?? ato bukan??ya terserahlah,
      Jika anda merasa umat ISLAM, jangan sampai anda menghujat kata2 seperti itu

      niscaya allah akan balik menghujat, masalah riya ato tidak riya itu kembali pada individu masinng2 bagaimana menilai dan niatnya, sooo….jagalah ucapan anda, dan yuk banyak2 memahami setiap ayat alquran jangan langsung mencerca ya MBAK MARIA, MARIA ya namanya??

    2. Yahya
      Yahya September 15, 2013 at 7:06 am | | Reply

      @Maria

      Semoga Allah mengampuni dosa kita. Dan kiranya kita segera kembali pada keridloan Allah termasuk berdakwah dengan kalam yg santun. Aamiin.

  24. Sedekah,Doa dan Pamrih | Duhawear | The Official Store

    [...] disadur dari : Sedekah Doa Pamrih by YM [...]

  25. luthfi
    luthfi June 23, 2013 at 4:59 pm | | Reply

    assalamualaikum pak ustadz.. saya belum paham dan saya mau tanya.. tentang sedekah. ada sebagian orang berkata niat sedekah lilahita’ala karna allah.. tapi diakhiri pengen ini, pengin itu, cepet ini,cepet itu,ngarep ini itu. sedangkan hukum nya lilahita’ala kan ikhlas karna allah,, tidak mengharapkan ini itu.. malah amal ibadah yg diterima allah itu dilihat dari keikhlasan hatinya.. jadi kesimpulannya niat sedekah yang gimana biar kita di terima allah.. mohon penjelasannya serta contoh yg benar untuk mempraktekannya.. wassalam mualaikum warohmatullohi wabarokatuh..

  26. sarmini minnie
    sarmini minnie June 26, 2013 at 10:37 am | | Reply

    assalamu alaikum pak ustad,sya mau tya,saya punya anak yatim,tapi saya pgn sedekah biar hidup saya berkah,aya harus bersedekah ke siapa ya?wassalau alaikum wm.wb

  27. jumadie
    jumadie June 28, 2013 at 10:53 pm | | Reply

    Assalamualaikum pak ustad sy mau tanya aja lebih baik sedekahuntuk org tua sendiri atau sedekah untuk org lain yg sm2 membutuhkan materi. Trima ksh mdh2n sy mendapatkan pencerahan jawaban yg terbaik. Wassalam.

  28. aris
    aris July 1, 2013 at 3:12 am | | Reply

    saya kira seseorang aktif berjamaah di masjid tiap waktu solat itu sudah BERUNTUNG. apalagi ditambah yang SUNNAH dan SEDEKAH.
    wa man yattaqillaha yaj ‘al lahu makhroja, wayarzuqhu min haisu la yahtasib.
    I love USTADZ YUSUF.

  29. rochmady
    rochmady July 1, 2013 at 4:07 pm | | Reply

    Alhamdulillah, bisa balik lagi kesini, nambah ilmu lagi :D

  30. Muhammad Nafarin
    Muhammad Nafarin July 5, 2013 at 10:58 pm | | Reply

    tad tulisannya ketinggian, ane gak ngerti nih..

  31. FSPMI
    FSPMI July 10, 2013 at 3:03 am | | Reply

    Assalamualaikum semoga ustad bisa menjadi pelopor kebangkitan perekonomian islam di Indonesia sehingga terwujud keadilan sosial

  32. shalih
    shalih July 13, 2013 at 7:07 am | | Reply

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Sedekah niatnya karena Alloh .
    Tapi Alloh jga sediakan pahala dan ganjaran bagi pelakunya,
    baik di dunia dan akhirat. Hampir dalam setiap ibadah Alloh menjanjikan balasan bagi pelakunya , jika diperuntukan untuk Alloh. Tak salah jika seorang hamba berharap kebaikan di dunia dan akhirat. Di dunia Alloh balas dengan kebaikan dan di akhirat Alloh balas juga dengan kebaikan.
    Dunia merupakan ladang untuk mendapatkan akhirat.
    Maka jadikanlah segala keluasan dunia ini untuk kebahagiaan di akhirat. Jika sedekah dapat menambah rezeki. Maka itu suatu kebenaran janjinya Alloh.

    “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
    hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
    tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi
    siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
    Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261) .

    “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276) .

    “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan
    Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39) .

    Ibnu katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas, “Apapun yang kamu infakkan
    dalam apa yang diperintahkan kepadamu atau yang dimubahkan, maka Dia akan
    memberikan gantinya untukmu di dunia, dan di akhirat dengan ganjaran dan pahala.”
    Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Qudsi, “Allah Ta’ala berfirman,
    “Berinfaklah, Aku akan berinfak untuk kalian.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah).
    “Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang
    hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah
    seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan
    meninggikannya.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah)
    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada Bilal bin Rabbah
    Radhiyallahu ‘Anhu, “Berinfaklah wahai Bilal! Dan janganlah kamu takut berkurang
    harta (fakir) dari Sang Pemilik Arsy (Allah).” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman
    dan Al-Thabrani dalam al-Kabir, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykat,
    no. 1885). Ringkasnya, bahwa sedekah atau infak yang dikeluarkan oleh seseorang –
    hakikatnya- tidak mengurangi dan menghabiskan hartanya. Tapi sebaliknya, ia
    menjadi jalan keberkahan bagi hartanya dan semakin bermanfaat bagi pemiliknya di
    dunia dan akhirat.

    Wallahu’alam

  33. ramoreez
    ramoreez July 17, 2013 at 1:30 am | | Reply

    Ngaji dulu lah tad
    perdalam tasawuf nya.benerin lagi niatnya

    Thanks

  34. tips atasi maag saat puasa
    tips atasi maag saat puasa July 17, 2013 at 1:41 am | | Reply

    terima kasih tadz atas infonya, insya Allah saya akan terus ikuti ceramah ustadz.

  35. Pen Quran
    Pen Quran July 17, 2013 at 7:27 am | | Reply

    ok banget

  36. Ully
    Ully July 17, 2013 at 8:27 am | | Reply

    Assallamuallaikum wr wb ustd, saya mau tnya selama hidup saya, saya termasuk orang yg sering negatif thingking dan su udzon sama orang bagaimana cara menghilangkan itu, mohon bantuan ustd apa yg hrs saya lakukan? Wassallamuallaikum wr wb

  37. indra
    indra July 19, 2013 at 3:05 am | | Reply

    Bagi Anda yang banyak comment dan meragukan, “kerjakan saja dulu, nanti Anda akan merasakan sendiri manfaatnya.” Insya Allah.

  38. Juni Anwar
    Juni Anwar July 19, 2013 at 6:17 am | | Reply

    Assallamuallaikum wr wb ustd,Sedikit Mengutip perkataan ustd
    “Tapi saya sangat setuju, jika kemudian permintaan itu tidak hanya bersifat duniawi belaka. Tapi minta ridho Allah, minta surga, pengampunan, selamat dunia akhirat. Apapun, itu namanya “minta”. Yg bagus, beramal yang banyak, dan minta yang banyak.”
    Mohon utk bimbingan ustd,…….”minta” punya hak apa sich kita,manusia yang penuh dosa kepada penguasa alam semesta dan jagat raya ini….
    ( memohon dan bermanja saja kadang belum tentu dikabulkan apalagi Minta)
    “Beramal yang banyak dan minta banyak-banyak” hikmah dan pelajaran apa yang kita dapat dari itu……kapan kita manusia yang hina ini ketemu ikhlas kalau bila berbuat dan selalu berharap……. !!!! Apalagi untuk Hubungan Dengan DIA ALLAH
    Beramal ibadah kalau didalam diri terdapat unsur batil (penyakit hati )
    Riya,Ujub,Sum’ah dll apakah itu termasuk orang yang Munafik dan kalau tidak salah bukankah itu termasuk Syirik Khafi….
    Semoga istoqomah

    N/b :Salut buat ustd dengan ide cemerlang untuk ummat,

    Wassallamuallaikum wr wb Ust

  39. rahman
    rahman July 19, 2013 at 7:19 am | | Reply

    sedekah itu harus tulus, tanpa pamrih keduniawian, bahkan pamrih diganjar surga oleh Allah.
    karena nilainya memang untuk memberi “makanan” ruh. jd salah kalau niatan sedekah itu untuk kepentingan jasmani, ia untuk kepentingah ruh(ruhani) yg akan lbh kekal nantinya, setelah jasad ini usai perannya di dunia(mati) dan manusia abadi di alam ruh.

    mengkait2kan sedekah dgn urusan duniawi jelas keliru.

    doa? doa itu permintaan kepada allah. tak perlu dijelas2kan apa yg kita minta, bukannya Allah maha tau apa yg kita butuhkan? doa yg terbaik ya memohon ampun saja kepada Allah. meminta maaf atas segala kekurangan kita sbg hambanya.

    Allah tau kebutuhan kita, bukan keinginan kita

    pamrih itu hawa nafsu kita. keinginan kita. dia yg mendorong manusia sbg mahluk jasadi bekerja keras memenuhi kehidupannya. memberi energi agar bisa mendapat materi untuk ongkos hidup di dunia.

    saya sebut2 ruh diatas, karena banyak manusia tidak memiliki kesadaran ruh. pdhl ruh itu unsur penting dlm diri kita, selain nyawa dan jasad.
    (3 unsur manusia: ruh, jasad, nyawa)

    orang terlupa memikirkan ruh yg nyata2 bikin iri setan. karena setan tidak memiliki ruh. makanya setan selalu menggoda manusia supaya lupa akan ruhnya. agar tidak memberi makan ruh, hanya memikirkan urusan dunia saja (nafsu2 ragawi) sehingga pd waktunya nanti ruh akan kering karena tak pernah di asup
    (diberi makan. makanan ruh itu sedekah tanpa pamrih, kerja kemanusiaan tanpa pamrih, dan kebaikan tanpa pamrih lainnya)

    unsur ruh pula yg akan kekal dan “mengekalkan” manusia smp nanti di penghabisan.
    bukan jasad yg fana ini.

  40. Alifio Ahmad
    Alifio Ahmad July 19, 2013 at 7:16 pm | | Reply

    Assalaamualaikum wr wb….mari kita dukung niat baik pak ustad,jangan su,uzon negative thinking.Kita harus imbang antara dunia dan akhirat,jangan sampai kita hidup miskin berkepanjangan yang pada akhirnya akan melemahkan iman kita kepada Allah.Islam mengajarkan kita untuk hidup kaya, sehat,dan bersatu,agar kita kuat menghadapi bangsa lain.Kita tidak ingin Islam dihina dan dilecehkan karena kita hidup miskin dan bodoh karena tidak mendapat pendidikan yang layak.Mari kita lihat negara Amerika,mereka menguasai dunia karena mereka kaya,sehat dan kuat.Pendidikan dunia mereka tinggi meskipun mereka mayoritas non Muslim.Inilah saatnya kita bersatu memperbaiki ekonomi bangsa kita agar kita kuat dari bangsa lain.Semoga dengan meningkatnya ekonomi kita,ibadah kita bisa kita kerjakan dengan khusuk,Aamiin……… Dan bagi rekan – rekan yang biasa memuat komentar dengan dalil – dalil Alqur,an dan Al hadist,harap agar jangan langsung mengutip tafsir,tapi belajarlah pada ahlinya tafsir agar tidak salah menafsirkan ayat,yang akibatnya akan menimbulkan fitnah.

  41. sutini
    sutini July 23, 2013 at 8:01 am | | Reply

    terimakasih infonya…..

  42. ahmad arief
    ahmad arief July 29, 2013 at 3:59 am | | Reply

    Amiin,… :-)

  43. Rengganis
    Rengganis August 3, 2013 at 3:51 am | | Reply

    Ribut bgt neeh porum,,,jd pusing gw,
    kalo maria, bukan orang muslim, namanya z maria,wajar klo di nghujat ust YM,, xixixi,,

    PISS AHH..

  44. gaung
    gaung August 6, 2013 at 11:24 am | | Reply

    Maria…oh maria, kalo pada ribut, kamu tersenyum riang.

  45. ari putranto
    ari putranto August 6, 2013 at 12:05 pm | | Reply

    Assalamualaikum ustadz,

    saya bener2 bingung apa yang harus saya lakukan, saya perjalanan mudik ditengah2 perjalanan saya terbangun dan ada di pingir jalan barang2 saya semua hilang,.atm terkuras habis..saya minta bantuan polisi tidak ada respon yang baik,, saya minta tumpangan ternyata tidak ada yang mau.mungkin karena baju saya sangat kotor.. tidak ada nomer telp teman atau keluarga yang saya ingat, dengan uang rp.3000 saya beranikan ke warnet menulis di beberapa blog amal untuk bantuan seiklasnya agar saya bisa berkumpul dengan keluarga pas Lebaran suci..semoga saya dapat membalas kebaikan saudara2 sesampainya di rumah..
    bank mandiri
    1380010279292
    ari putranto
    terimakasih Ustadz
    Wassalamualaikum

  46. miranti
    miranti August 12, 2013 at 2:43 pm | | Reply

    Speechless… karena memang benar terjadi langsung kepada saya keajaiban sedekah… masalah dunia menurut saya semua harus ada landasan, alas atau alasan qta untuk berbuat sesuatu…. kalau menurut mata manusia itu termasuk duniawi tapi menurut Alloh itu semua karena qta cinta Alloh dan RosulNya…. Piss dah ah he he he

  47. rio jun
    rio jun September 3, 2013 at 11:51 am | | Reply

    Assalaamualaikum wr wb…sy seorang mualaf,banyak sekali yg blm sy mengerti tentang agama islam,tetapi saya percaya bahwa Allah akan menolong umatnya..@maria..apakah nama belakangmu magdalena???

  48. Abi Rio
    Abi Rio September 6, 2013 at 9:28 am | | Reply

    kalo saya sedekah,trs minta balik sama mantan istri saya apakah boleh??

  49. yulianto
    yulianto September 11, 2013 at 3:31 am | | Reply

    ustad.aku banyak masalah terutama hutang di masa lalu hingga kini belum mampu aku bayar.aku sudah mencoba mengikuti anjuran ustad, sedekah ke panti asuhan dan kasih uang ke orang yg membutuhkan,aku rajin sholat berjamaah di masjid, sholat dhuha 4 rekaat, tahajut 4 rekaat. aku berdoa setiap saat karena sudah stress dengan urusan hutang yang melilit, justru semakin hari masalah semakin sulit di pecahkan, hutang nambah banyak,usaha bangkrut, modal habis, aku bingung, apa yang salah dengan diriku,aku minta ampun kepada Allah setiap saat jika aku banyak dosa, saya ingin bebas dari masalah justru malah masalah terus bertambah, aku mohon pencerahan ustad.

  50. setiawan
    setiawan September 15, 2013 at 4:31 pm | | Reply

    Assalamualaikum,doain saya ya pak ustad agar selalu istiqomah dlm.beribadah..agar rezeki saya lancar…saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya..

  51. julian
    julian October 18, 2013 at 6:40 pm | | Reply

    Pamrih atau pengen atau ngarep sama gk sich? Kyanya sama dech…kita sedekah atau beribadah kan pengen atau ngarep ridho Allah alias kita pamrih kpd Allah kan? Buat apa sich kita beribadah? Krn ada balasan dari Allah kan? Kalo gk ada balasan….masihkah kita perlu atau mau beribadah? Jadi….kita memang perlu dan harus! pamrih kpd Allah

  52. imang
    imang October 20, 2013 at 1:11 pm | | Reply

    Assalamu’alaikum,wrwb,,
    Makasih ustad,,atas pencerahannya,,alhamdulillah,,yang penting semua kembali kepada “niatnya”.. Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua..amin..

  53. fazri
    fazri October 21, 2013 at 5:29 pm | | Reply

    assalamualaikum

    saya fazri . saya mau nikah . saya mau halal . tapi sampe sekarang uang saya belum cukup buat nikah . tolong doain saya bir saya cepet nikah . rezeki nya di tambahb. biar halal .

  54. Erpan
    Erpan October 21, 2013 at 10:54 pm | | Reply

    السـلام عليكم ورحمة الله وبركاتـه
    Kawan-kawan para pendukung sedekah YM diseluruh Nusantara, Kita tidak perlu menanggapi hujatan Maria anggap saja itu seperti “Iblis penggoda Nabi Ibrahim” disaat mau berkorban dan yang menghujat kan hanya dia Maria 1 orang saja sedangkan kita yang setuju sangat-sangat banyak. BIARKAN ANJING MENGGONGGONG KAFILAH KITA TETAP BERLALU.

  55. iwan
    iwan November 5, 2013 at 2:19 am | | Reply

    hehehe….. kalian ribut, bertengkar, saling menghujat…..yang jelas MARIA (mungkin) semakin tersenyum…..yesss!

  56. budi
    budi November 21, 2013 at 4:15 am | | Reply

    Kaya dengan Sedekah

    Pertanyaan:

    Assalamu’alaikum Ustadz.

    Apa hukumnya bershodaqoh dengan niat untuk menolak bala’ atau dengan niat agar rezeki semakin lancar?

    Apakah hal ini termasuk syirik?

    Apakah hal ini mengurangi kemurnian keikhlasan kita?

    Jazakallah khairan

    Dari: Abu Abdillah

    Jawaban:

    Wa’alaikumussalam

    Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

    Allah ‘Azza wa Jalla Maha Pemurah, sehingga nikmat dan karunia-Nya senantiasa menyertai hidup umat manusia. Begitu pemurahnya Allah ‘Azza wa Jalla sampai-sampai nikmat-Nya dapat dirasakan sampaipun oleh orang-orang kafir dan yang banyak bergelimang dalam dosa. Yang demikian itu karena nikmat dunia tiada artinya di sisi Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:

    “Andai kehidupan dunia di sisi Allah senilai sayap nyamuk niscaya Allah tidak mungkin membiarkan orang kafir menikmati walau hanya seteguk air.” (HR. At-Tirmizy).

    Demikianlah kedudukan harta kekayaan dunia di sisi Allah, sehingga wajar bila orang kafir dapat saja menjadi kaya bahkan mungkin juga orang terkaya di dunia ini. Namun beda halnya dengan iman kelapangan dada dengan cahaya takwa. Iman dan takwa begitu bernilai disisi Allah sehingga hanya diberikan kepada hamba yang Allah cintai. Sebagaimana yang dituturkan oleh junjungan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    “Sejatinya Allah telah membagi akhlaq kalian sebagaimana Allah juga telah membagi rezeki kalian. Dan sejatinya Allah ‘Azza wa Jalla dapat saja memberi kakayaan dunia kepada orang yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai. Namun untuk urusan agama, maka Allah tidak mungkin memberikannya kecuali kepada orang yang Allah cintai. Barangsiapa yang telah Allah berikan bagian dalam urusan agama, maka itu bukti bahwa Allah mencintainya.” (HR. Ahmad dan lainnya).

    Berangkat dari hal ini, Islam mendorong umatnya untuk mengorbankan dunianya demi membangun imannya. Dan sebaliknya, Islam juga mengharamkan atas mereka perbuatan mengorbankan urusan agama demi mendapatkan kepentingan dunia.
    Sedekah Agar Kaya

    Hidup berkecukupan dan bahkan harta melimpah ruah adalah impian setiap manusia. Bahkan impian ini tidak akan pernah putus sampaipun setelah Anda mencapai umur lanjut.

    “Anak keturunan Adam tumbuh kembang dan ada dua hal yang turut tumbuh dan berkembang bersamaan dengan usianya: cinta terhadap harta kekayaan dan angann-angan panjang umur.” (HR. Bukhari).

    Impian menjadi seorang yang kaya raya secara tinjauan hukum syariat adalah sah-sah saja, asalkan tidak menjadikan Anda lupa daratan sehingga menghalalkan segala macam cara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan:

    “Jangan pernah engkau merasa rezekimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Karena itu, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki: yaitu dengan menempuh jalan yang halal dan meninggalkan jalan yang haram.” (HR. Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).

    Diantara sikap proporsional dalam mencari kekayaan dunia ialah dengan tidak menjadikan amalan akhirat sebagai sarana mencari kekayaan sesaat di dunia fana ini. Demikianlah dahulu pesan Allah ‘Azza wa Jalla yang disampaikan melalui lisan orang-orang shaleh dari para pengikut Nabi Musa ‘alaihissalam kepada Qarun, yang artinya:

    “Dan carilah (kebahagiaan) negeri akhirat dengan kekayaan yang telah Allah anugerahkan kepadamu, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS. Al-Qashash: 77)

    Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan berkata:

    Mereka menganjurkan kepada Qarun agar menggunakan karunia Allah berupa harta kekayaan yang melimpah ruah dalam ketaatan kepada Allah. Hendaknya kekayaan yang ia miliki digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan segala bentuk amal kebajikan. Dengannya ia mendapatkan pahala besar baik di dunia maupun di akhirat.

    Walau demikian bukan berati ia harus melalaikan kehidupan dunianya dengan tidak makan, minum, pakaian, rumah, dan istri. Yang demikian itu karena Allah memiliki hak, sebagaimana dirinya juga memiliki hak yang harus ia tunaikan. Dan istrinya pun memiliki hak yang harus ia tunaikan demikian pula tamunya juga memiliki hak yang harus ia tunaikan. Karena itu tunaikanlah masing-masing hak kepada pemiliknya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3:484)

    Upaya membangun sukses kehidupan dunia bukan berarti harus mengorbankan segala hal termasuk kehidupan Anda kelak di akhirat. Dan percayalah bahwa bila Anda memenuhi hak-hak Allah, niscaya Allah memudahkan urusan Anda dalam melapangkan rezeki Anda. Renungkanlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

    “Barangsiapa yang orientasinya adalah urusan akhirat, niscaya Allah meletakkan kekayaannya di dalam jiwanya. Sebagaimana Allah juga akan menyatukan urusannya dan kekayaan dunia akan menghampirinya dengan mudah. Namun sebalikya, orang yang orientasinya adalah urusan dunia, niscaya Allah jadikan kemiskinannya ada di depan matanya. Sebagaimana Allah juga mencerai-beraikan urusannya dan tiada kekayaan dunia yang menghampirinya selain yang telah Allah tentukan untuknya.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya).

    Apa yang saya sampaikan di sini bukan berarti kehidupan dunia dan akhirat adalah dua hal yang harus dipertentangkan. Bahkan sebaliknya, keberkahan amal shaleh bukan hanya Anda rasakan di akhirat, namun sejak di dunia pun Anda juga pasti dapat merasakannya.

    Penjelasan saya ini bertujuan mengajak Anda untuk menyusun ulang keduanya sesuai dengan skala prioritasnya. Dengan senantiasa memperhatikan skala prioritas antara keduanya, Anda terhindar dari perilaku dan pola pikir orang-orang kafir sebagaimana yang dikisahkan pada ayat berikut, yang artinya:

    “Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.” (QS. An-Nahl: 107)

    Dengan demikian keutamaan akhirat senantiasa menjadi tujuan utama dan motovasi terbesar bagi Anda untuk mengerjakan berbagai amal kebajikan dan amal sholeh.

    Sebagai contohnya adalah sedekah. Dalam berbagai dalil ditegaskan bahwa Allah menjanjikan kepada orang yang bersedekah balasan di dunia, berupa digantikan dengan harta yang lebih banyak dan baik, disembuhkan dari penyakit dan lain sebagainya. Walau demikian, bukan berarti Anda dibenarkan untuk menjadikan balasan di dunia sebagai obsesi atau tujuan utama Anda ketika beramal. Disebutkannya keutamaan sedekah di dunia berfungsi sebagai motivasi tambahan agar Anda semakin bersemangat dalam beramal.

    Layakkah saudaraku sebagai seorang muslim bila keuntungan dunia dari beramal shaleh lebih menguasai hati Anda dibanding keuntungan akhirat? Pantaskah sebagai orang yang beriman terhadap pembalasan pada hari akhir memiliki pola pikir semacam ini ?

    Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan bahwa kelak pada hari kiamat ada empat orang yang pertama kali dihisab, diantaranya:

    “Seorang lelaki yang Allah lapangkan rezekinya, sehingga ia memiliki seluruh jenis harta kekayaan. Ketika ia didatangkan, segera Allah mengingatkannya perihal berbagai jenis nikmat-Nya di dunia, dan ia pun mengakuinya semua. Selanjutnya Allah bertanya kepadanya: Lalu apakah yang engkau kerjakan dengan nikmat-nikmat-Ku itu? Ia menjawab: Tidaklah ada satu jalanpun yang Engkau suka bila aku bersedekah padanya melainkan aku telah menyedekahkan hartuku padanya . Namun Allah menghardik lelaki itu dan berfirman: Engkau berdusta, sejatinya engkau melakukan itu agar dikatakan engkau adalah orang dermawan, dan itu telah engkau dapatkan. Selanjutnya ia diperintahkan untuk diseret terbalik di atas wajahnya, dan kemudian dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

    Saudaraku! memiliki tujuan skunder dari amal shaleh berupa keuntungan di dunia walaupun dibenarkan, namun tidak diragukan bahwa orang yang hanya memiliki satu tujuan yaitu pahala di akhirat adalah lebih utama. Anda pasti mengetahui bahwa diantara etika bersedekah ialah merahasiakannya, sampai-sampai tangan kiri Anda tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanan Anda. Karena itu dalam banyak dalil balasan dunia tidak disebutkan, sebagaimana ditegaskan pada firman Allah Ta’ala, yang artinya:

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (adzab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.” (QS. Al-Insan: 8-12)

    Percayalah, saudaraku, Allah tidaklah pelit atau kikir. Bila Anda senantiasa melapangkan urusan saudara Anda, pastilah Allah membalas Anda dengan yang serupa. Akan tetapi syaratnya bila Anda melakukan amal kebajikan Anda benar-benar karena ikhlas, hanya mengharapkan balasan dari Allah.

    Semoga paparan sederhana ini dapat menjadi pencerahan bagi Anda, sehingga tidak terjerumus dalam ketimpangan dengan mengedepankan keuntungan materi dibanding keuntungan akhirat di sisi Allah. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab.

    Catatan:

    Keterangan di atas adalah artikel Dr. Muhammad Arifin bin Baderi yang diterbitkan dalam Majalah Pengusaha Muslim edisi 29. Pada edisi ini, majalah Pengusaha Muslim secara khusus mengupas tentang zakat dan sedekah, mulai dari polemik zakat profesi, amil zakat ilegal, mengenal perbedaan infak, zakat, sedekah, dan hibah, dan berbagai artikel menarik lainnya.

    1. frida
      frida March 15, 2014 at 5:02 pm | | Reply

      fajri@ pak Fajri sudah memberi masukkan pendahuluan..Alhamdulilah. budi@ pak Budi sdh cukup jelas dg pemaparan yg agak mendetil. setahu sy (yg fakir ini) inti dari alquran adalah mencari Ridho Allah. apapun yg kt lakukan krn iklas semata krn Allah. Lalu apakah ada jaminan pd org yg dikabulkan menjadi kaya (mendapatkan dunia dr hasil sodaqohnya) tsb akan istiqomah mencari Ridho Allah..? menjalankan kewajiban dan ketaatan kepadaNYA..? Apakah ada jaminan mereka mendapatkan kebaikan ahirat.. bs jd malah mereka smp ahir hidupnya hanya ada dunia di alam bawah sadar mereka. Mmg forum umum tdk lah smua org bs menerima hal yg blm diketahui. Shg diperlukan org2 spt pak Fajri+ pak Budi utk memberi pencerahan dg cara yg santun dan dpt dimengerti bg smua kalangan. Itupun hanya org2 yg dibukakan hidayah yg dpt menerima dan pejalan2 gigih yg mencariNYA yg bs menerima mengkaji bg diri mereka dan alam semesta. Teruslah meluruskan apa2 yg sdh diturunkan sesuai petunjukNYA. Krn setiap manusia ada qodho dan qodharnya masing2. Raihlah cinta Allah (ahirat) maka dunia akan diberikan bg hamba yg dicintaiNYA. Dan Ruh lah yg akan mempertanggung jwbkan sgla perbuatan jasadi ini slm didunia. Kajian Ruh hrs khusus dg segmen para pencari/pejalan2 yg sdh mempunyai dasar. bg org awam akan menjadi tambah bingung hehe. Jadi hal sodaqoh “hanya” salah satu amalan ibadah saja. Masih banyak amal ibadah yg lain utk mendapatkan “cintaNYA”/”ridhoNYA”.. Bedakanlah antara kebutuhan dan keinginan, krn sesungguhnya pada keingingan adalah ruang/peluang ISJ (Iblis, Syaitan n Jin) utk mendompleng/membonceng tersesatnya manusia dg kecenderungan kpd duniawi, bukan kecenderungan pd ahirat. Sebaiknya berdoalah/sampaikanlah kebutuhan (bukan keinginan) kita dan mengharapkan RidhoNYA. Krn Allah lbh tau apapun kebutuhan kita. Ahirnya Kurang lebihnya yg sy sampaikan, maaf lahir bathin. Salam silahturahim..wass

  57. HIDAYATULLOH8
    HIDAYATULLOH8 November 28, 2013 at 7:35 pm | | Reply

    AYOOOO AYOOOO DUKUNG USTADZ YUSUF MAJU USTADZ MAJU USTADZ AI LOV USTADZ YUSUF MANSUR LOVE SO MUCH SUER DAH HEHEHEHEHE

  58. Nggin
    Nggin November 30, 2013 at 2:15 am | | Reply

    Mau tanya nih ustadz.. kalau misalkan saya sudah berniat ingin bersedekah pada anak yatim, tapi sedekahnya malah saya berikan pada orangtua saya karena memang mereka sedang membutuhkan uang. apa itu boleh ustadz?? mohon dijawab. terikamakasih.

  59. antony
    antony December 3, 2013 at 8:48 am | | Reply

    Anda juga bisa lihat di sini
    Alquran terjemah dengan tajwid blok warna alquranku
    Antony 081331828237
    alquranku
    Info Interior gan…
    plafon rumah

    Thx

  60. Fendy
    Fendy December 24, 2013 at 1:03 am | | Reply

    intinya,apa salah kalo seorang muslim itu kaya dg cara Allah???
    kalo g minta sama Allah,mau minta sama siapa??
    atasan?teman?orang tua? manusia?
    bukankah kefakiran dekat dg kekufuran?
    banyak lhoo,orang2 yg kurang mampu,susah rejeki,anaknya di sekolahin sama kaum lain,dan akhirnya ikut ajaran kaum lain itu??
    wallahualam

  61. Spritus
    Spritus December 25, 2013 at 3:06 am | | Reply

    saya kalau dengerin ceramah islam beginian kok rasanya adem…
    di tempat saya beda banget…

  62. Nurhabibah
    Nurhabibah January 3, 2014 at 3:29 am | | Reply

    Pak ustad doain saya biar saya menjadi orang yang ikhlas lillahi ta’ala dalam menjalankan segala hal kebaikan,,semoga bapa ustad ,orang yg membaca tulisan ini,dan saya sendiri menjadi orang yang dekat dengan Allah dan rasulnNya ,Amiin

  63. Hera
    Hera January 8, 2014 at 6:02 pm | | Reply

    Aduh….. Terserah dech loe orang ngomong apa. Ilmu agama gw cekak, Yg jelas gw sedekah ke panti asuhan, niatnya bantu2 dikit anak2 yatim yg emang g mampu, krn gw mampu, trus bilang ke mereka ( anak yatim ) titip doa nya ke Alloh gw minta naik pangkat, ( bg gw cuman Alloh tempat gw minta ) kan lumayan dibantuin doa dr anak yatim yg jumlahnya lumayan, soal pahalah sedekah itu urusan Alloh dech. Dan nyatanya terkabul tuch. Alhasil krn naik pangkat, gaji naik tambah dech jumlah sedekahnya dan hidup gw malah makmur tuch. Isya Alloh gw g putus sedekah krn di satu sisi hati gw senang & tenang dah bantu orang lain.

  64. saiful
    saiful January 9, 2014 at 5:19 am | | Reply

    pak,
    saya mau tya,
    kalau saya sudah berikan uang untuk orang tua buat naik haji, setelah daftar beberapa tahun kemudian, bapak sudah lebih dulu di panggil illahi sebelum naik haji (tapi sudah kami haji badal kan) apakah sisa uang nya dapat saya pakai untuk umroh bersama ibu saya?
    kami pingin ibu bisa lebih dulu mendalami/tahu sebelum panggilan haji nya.

  65. Rahasiabisnisweb
    Rahasiabisnisweb January 9, 2014 at 2:57 pm | | Reply

    3 kunci sukses…luar biasa bisa merubah kehidupan keluarga,,intinya ikhlas

  66. gusta
    gusta January 12, 2014 at 7:32 am | | Reply

    @maria,coment anda cmn untuk memecah belah saja! Hati” kawan-kawan tetep istiqomah sj,krn yg sy tau forum kt ini dibaca jg sm org” yg memang anti islam dgn dalil” yg mereka kutip di Al-quran agar kt binggung.marilah kt berlindung kpd Allah ta’alla

  67. sentul
    sentul January 12, 2014 at 10:58 am | | Reply

    sedekah ya sedekah aja…. ikhlas itu butuh proses… keseringan sedekah juga pasti jadi makin ikhlas….

  68. sentul
    sentul January 12, 2014 at 11:05 am | | Reply

    Hei…. Maria (June 22, 2013 at 7:03 am) kalau mau berkomentar itu disaring dulu ya!!!!

  69. dzaki
    dzaki January 15, 2014 at 5:10 pm | | Reply

    Semua ibadah pamrihnya hanya kepda Allah,klo bukan kpd Allah emg kpd siapa?????
    Hanya Allah tmpat kt meminta

  70. anto62
    anto62 January 16, 2014 at 2:51 am | | Reply

    pusing kebanyakan komentar…buat sy mah yg penting sama guru:samiahwatoqnah aja deh….kalem

  71. inu
    inu January 16, 2014 at 4:03 am | | Reply

    Allah sudah menjajikan kepada hambaNya bahwa barang siapa yg berbuat baik akan diberi ganjaran 10 x lipat..termasuk sedekah ganjarannya 10 bahkan sampai 700 x lipat..banyak pula hadits2 nabi yang shoheh yg menerangkan soal itu..sekarang apakah salah kalau kita mengharap balasan dari Allah?? kan Allah udh janji..dan janji Allah tidak pernah meleset..itu ayat dan hadits adalah motivasi buat kita untuk melakukan kebaikkan…kita hidup di dunia ini untuk bekerja..nah bekerjanya sama Allah melalui ibadah…setelah bekerja tentu kita dapat upah..itu pasti..iklas atau gak iklas laaah wong Allah udah janji kok mau kasih upah..kenapa dipusingin??…jangan suka sok menghujat seseorang yang sudah memberi nasihat atau motivasi untuk berbuat kebaikan…ingat..manusia akan marah kalau kita sering banget meminta sama mereka tapi Allah akan marah kalau kita tidak minta sama Dia…jangan sok nggak mau ngarep-ngarep apapun dari Allah…nabi daud aja berdoa sama Allah supaya diberi kekayaan yang melimpah…..tolong jangan patahkan semangat orang-orang yang mau bersedekah…iklas gak iklas itu mah nanti aja yg penting bersegeralah berbuat baik,,,paling tidak dengan sedekah ada yang terbantu kehidupannya akibat sedekah dari kita…jangan cuma ngomong aja..hujat sana hujat sini….

  72. nenih maxy
    nenih maxy January 16, 2014 at 7:14 am | | Reply

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Jujur sya kesal dg “MARIA” yg koment diatas, sprtinya dia bnci skali dg Ust.YM,,, kalo beci jngan baca Mba…
    Dn dr smua yg koment dsini ada yg pro dn kontra…
    Buat yg pro smoga istiqomah, dn buat yg kontra smoga Allah mmbrikan pemahaman yg lebh tntang ini smua…

    1. inu
      inu January 17, 2014 at 3:37 am | | Reply

      lagipula kita kan sedekahnya tidak harus ke ustadz YM kan…?? kecuali klo kita sedekahnya harus ke ustadz YM dan tidak menampakkan hasil apa2 dari sedekah itu baru kita “boleh” menuduh atau mengklaim….seperti yg saudari maria tuduhkan…sedekah kita kan kesiapa aja…

  73. Rinem
    Rinem January 16, 2014 at 8:14 am | | Reply

    Ustad bila luang dan berkenang baca kisah saya, Terima kasih ustad telah menyampaikan ilmu Allah kepada saya meski lewat jarak jauh. Dan the miracle of giving and praying emang bener2 ada. Assalamualaikum

    http://www.rriinneemm.com/2013/12/kisah-nyata-keajaiban-sedekah.html

  74. Wawan karnawan
    Wawan karnawan January 20, 2014 at 5:35 am | | Reply

    Kalo seseorang rajin solat,rajin puasa taoi orang itu suudzon dan pelit,termasuk orang yang tergolong apa ya…..

  75. Deddy
    Deddy January 20, 2014 at 6:08 am | | Reply

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Ustad … saya salah satu pengaggum ustad baik dengar dari youtube maupun membaca bukunya, saya membaca buku tentang sedekah disana ada kutipan mengajak sedekah kapada orang lain, Insya Allah saya juga mencoba melakukan seperti itu dengan keyakinan ALLAH SWT akan membalas dan meridhoi usaha saya untuk membantu membangun Majlis Ta’lim.

    yang saya lakukan adalah setiap ada yang membeli program aplikasi saya otomatis saya masukan sebagai sedekah ke Majlis Ta’lim.

    yang saya tanyakan apakah saya harus bersedekah terlebih dahulu untuk mengejar total RAB pembangunan ?

    Mohon Jawabannya….

  76. yazid
    yazid January 29, 2014 at 11:27 am | | Reply

    Assalamualaikum…
    Semoga ustad ym beserta kluarga dan jamaah yg ad dlm forum ini maupun d luar forum ini dlm keadaan sehat walafiat

    Pa ustad Ym mohon bantuannya d share k jamaah pa ustad..
    #berbagibersama panti asuhan Bina Siwi
    Lokasi d pajangan bantul yogyakarta
    Panti kami mengasuh anak-anak yatim korban gempa yogya 2006, anak keterbelakangan mental

    Kami akan mengadakan kegiatan bersama donatur dan warga sekitar yg meliputi
    - kerja bakti perbaikan infrastruktur panti
    - pengadaan alat belajar mengajar untuk anak panti
    - do’a bersama dan makan bersama dg anak panti
    Yng insya allah akan kai laksanakan pd
    - Hari Ahad, 9 februari 2014
    - lokasi panti asuhan Bina Siwi
    Untuk itu kami membutukan bantuan dan kedermawanan jamaah ustad Ym d baik d forum ini maupun d luar forum ini

    Utk donasi bisa d salurkan melalui rekening
    - BCA 455 1203 160 (Adi Cahyo Prabowo)
    - BRI 0029-01-088-3715-04 (Awan Suryani)
    Dan utk informasi lbih lanjut bisa klik https://www.facebook.com/groups/561547267269832/
    Atau hubungin saudara
    (Rico Erika) 0857 42400724
    (Awan Suryani) 0877 39312863

    *bagi donatur yg mempunyai hajat tertentu bisa d ssbutkan dan kemudian kami doakan bersama sama
    Atas partisipasi para dermawan sekalian kami ucapkan terima kasih

  77. Hindar Sun Farida
    Hindar Sun Farida January 30, 2014 at 9:55 am | | Reply

    Mau ny Ust….kl mau niat sedekah tp kl keluarga dkampung msh membutuhkan bantuan…yg bgs kt sedekah kemana dulu…untk bantu sodara apa ke masjid…mksh

    1. Ana
      Ana January 30, 2014 at 8:44 pm | | Reply

      Saudara dolo.

  78. asep
    asep February 7, 2014 at 1:06 pm | | Reply

    Ciptakan sebuah karya yang indah dan bermanfaat tunjukanlah bahwa kamu mampu,bila sebuah karya itu telah tercipta dan dinikmati,jangan lupa bagi/sharing supaya yang lain bisa mengikuti.mari kita membangun diri kita,bahwasanya berkarya lebih utama di banding mengkoreksi, koreksilah pendapat,argumen dll dengan hasil karya.
    Tidaklah salah mengingatkan,tapi alangkah baiknya sebagai orang berilmu,pasti lebih tahu tata dan adab yang baik

    Kadang niat baik bisa berubah buruk/fitnah bila penyampaiannya salah.sampaikanlah dengan santun.

    Saya seorang yang awam ilmu agama,dan terkadang kebingungan dalam berdoa,apa yang harus saya pinta,keinginan banyak tapi bingung menyampaikan kepada-Nya.

    Kepada Ustd.Yusuf mansyur,mohon doakan saya,supaya saya benar benar cinta sama Allah dan Rasulullah SAW bkn karena takut,tapi sebenar benarnya cinta,doakan agar niat saya hanya karena allah dan jauhkan dari kesesatan setan.dan doakan hal yg lainnya yg mungkin tidak bisa tulis karena ke awaman dan pemahaman yang sangat kurang dari saya.

    Terimakasih. Semoga Ustd Yusuf mansyur di beri kekuatan dalam berdakwah,di beri kesehatan

  79. Dedy Arisjulyanto
    Dedy Arisjulyanto February 7, 2014 at 3:21 pm | | Reply

    Wahai saudara ku buat apa kalian perdebatkan masalh itu semua,bukan kah Allah maha sempurna?Allah maha mendengar dan mengabulkan semua para Hajatan Allah,dan ingat saudaraku,antara dunia dan akhirat harus imbang baru kita merasakan kebahgian dunia dan akhirat,ibaratkan timbangan,,
    harus sama rata dan sama rasa.
    Allah akan mebalas semua perbuatan Manusia yg baik maupun yg buruk,secara langsung maupun dalam bentuk pahala,..pahamilah bahasa saudara2 baru mengkoreksi bahasa org..

  80. supriyadi
    supriyadi February 17, 2014 at 4:30 am | | Reply

    iya Pak Ustad bagus sekali ya infonya semoga bermanfaat untuk saya dan orang lain, terima kasih ya wejangannya.

  81. puspito
    puspito February 20, 2014 at 7:01 am | | Reply

    iyah, ustadz kalau ngejabarin tentang sedekah ni memang akan susah ya banyak cobaan-nya karena banyak disekeliling umat ni yang kadang menilik ilmu hanya sedikit tapi terlalu banyak bicara dan melihat sisi buruk, salahnya orang lain. subhanaAllah saya sangat terkejut dengan komen yang beratas nama #maria ya, hati2 temen2 mgkin mbak ni juga bagian dari orang2 yg selalu mencari – cari kesalahan ustadz pdahal insyaAllah tidak adad sama sekali karena saya tau tujuan ustadz adalah untuk menanamkan rasa keihklasan pada akhirnya.. karena dikampung saya probolinggo banyak kiyai yg mengajarkan hal spti ni kpad murid2nya dan ujung2nya adalah terciptany murid yang ikhlas dalam melakukan ibadah.. saya punya istri muallaf dan dia pertama kali sangat tidak percaya dengan menakjubkannya hikmah sedekah kmudian kami meliat tayangan ceramah ustadz saat itu masih di tpi dan subhanaAllah istri mulai terinspirasi untuk melakukan sedekah kemudia kami coba istiqomah sedekah. bahkan pada suatu ketika kami lupa untuk bersedekah selama 3 bulan kemudian kami di tegur Allah dengan hilangnya cincin anak kami yang kebetulan dibelikan oleh neneknya (ibu dari saya sendiri). istri Saya sungkan kalo ternyata ibu Saya tau kalo cincin itu hilang kemudian dia bernadzar untuk mensedekahkan uang kami 50rb satu2nya yang tersisa asal cincin itu ketemu, kemudian istri saya sholat dhuha dan Alhamdulillah sebelum takbir Cincin tersebut glinding ke sejadah bagian kaki sehingga menyentuh kaki istri Saya, Utk memberitahukan bahwa cincin itu sudah dikembalikan atas ijin Allah. sejak saat itu kami sekeluarga semakin yakin klo sedekah memang bener2 ajaib.. terima kasih ustadz.. telah mengenal kami lebh deket lagi kepada Allah dan Rasulullah shanlallahu’Alaihiwasallam..

    ——beda topik—-
    “bukan maksud utk mendo’akan hanya membayangkan!, ini bayangan Saya dan istri Saya”

    Kalo Seumpama kemarin ustadz UJE yang meninggal sebegitu banyak yg mendo’akan, Apalagi ustadz Yusuf Mansur yang begitu banyak dikenal oleh banyak orang didunia ini, InsyaAllah Berapa banyaknya orang yang akan mendo’akan beliau, Kami selalu mendoakan ustadz agar dikumpulkan bersama Rasulullah shanlallahu’Alaihiwasallam Sepeninggal nanti dan di Akhirat Kelak, serta Selalu Berdo’a Bahwa kami Akan mengucap Salam kepada Rasulullah shanlallahu’Alaihiwasallam dan kepada Ustadz. Sayapun membayangkan hal itu betapa gembiranya kita klo bisa dikumpulkan bersama Rasulullah Shanlallahu’Alaihiwasallam..

  82. martang
    martang February 26, 2014 at 12:14 am | | Reply

    Allahu Akbar

  83. andik
    andik April 6, 2014 at 8:22 pm | | Reply

    اَللّهُ akbar lanjutkan pak ustadz saya mendukung anda

  84. Mellie
    Mellie April 16, 2014 at 11:59 pm | | Reply

    “Dan diantara orang2 Arab Badui itu ada yg beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yg diinfakkannya (dijalan Allah) sbg jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)nya; sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang.” (At-Taubah : 9 )

    Insha Allah,, saya akan dukung projek2 ust YM :)

  85. Dudi
    Dudi June 24, 2014 at 12:54 am | | Reply

    Mana si ustadnya, banyak yang kemen pun.tp taada jawaban.

  86. koes dwi k
    koes dwi k June 26, 2014 at 8:52 am | | Reply

    Assalamuallaikum pak ust yusuf.pak ust doa’in saya paka ust supaya saya dpt rezeki untk bahagiakan anak dan istri saya pak…dan jadikan keluarga saya kluarga yang sakinah wardah waromah amin.

  87. ami_bacnu
    ami_bacnu July 19, 2014 at 3:58 pm | | Reply

    @maria semoga anda lebih bisa lg menyaring kalimat anda dg yg lebih sopan dan bermartabat. Apa yg kluar dari mulut seseorang itulah yg mencerminkan kepribadiannya.

  88. Guru Les Privat
    Guru Les Privat July 23, 2014 at 8:26 am | | Reply

    sedekah itu banyak manfaatnya

  89. Les Privat
    Les Privat July 23, 2014 at 8:27 am | | Reply

    Bagi anda yang membutuhkan jasa les privat di area Jakarta, kunjungi website http://lesprivatsmp.net

  90. firman
    firman July 24, 2014 at 2:13 pm | | Reply

    Menarik dan mendidik…
    Kalian sholat to tidak Allah tetap Maha Perkasa
    Kalian shodaqoh to tidak Allah tetap Maha Kaya
    Kalian ibadah to tidak Allah tetap Maha Esa
    Ibadah itu untuk kebaikan kita didunia maupun diakhirat
    Doa adalah senjata kaum muslimin…”uduni fastajiblakum”dengan syarat jiwa suci bersih dari makanan haram,perbuatan haram,dosa besar,berdo’a pada waktu yang mustajab…cara bersihin jiwa y dengan shodaqoh..sholat..zakat..haji..puasa dll…jadi shodaqoh salah satu cara agar do’a qta diijabahi…atas kehendak Allah tentunya…ingat SALAH SATU CARA…

    Af lo da slah pemahaman dri yg madih awam ini…

  91. jrm graphic
    jrm graphic July 27, 2014 at 3:48 pm | | Reply

    saya sendiri sudah mengikuti apa yg ustadz seru berdasarkan apa yg di perintahkan oleh Allah SWT lewat Rasul-Nya. eksekuisi aja, kejar dengan Taubat,hajat,dhuha,tahajud,sedekah benerin yg wajib hidupin yg sunnah.

    gak usah mikirin endingnya, Laahawla jaa sisanya.
    Alhamdulillah. Kun Fayakunnya Allah udah kejadian ma saya.

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply


3 + 6 =

facebook like