Sedekah Itu Pengubah Nasib dan Keadaan

Ini jadi lanjutan lagi dari Kisah Satpam yang kemarenan. http://yusufmansur.com/urusan-rezeki-itu-kaitannya-sama-shalat/ Jadi si satpam udah siap shalat tepat waktu. Hati saya jadi seneng. Kalau ibarat sepasang sandal, yang sebelah sudah jadi beres. Jadi tinggal yang sebelah ‘kan? Yang sebelah lagi apa jadinya? Sedekah! Sedekah itu pengubah.

“Ya sudah, sekarang tinggal sedekahnya juga!”

Kemudian, mendengar sedekah, belum saya jelasin, sudah angkat tangan si satpam.

“Ustadz, saya yang shalat dulu deh, yang sedekah nanti saja!”

Jadi dan sampai enggak dia kalau shalat doang yang dia benerin? Jadi dan sampai! Tapi jalannya hanya ibarat satu kaki. Berat rasanya, kecuali dia istiqamah. Sampai juga akhirnya, tapi berat kalau enggak didorong sama satu lagi, yaitu sedekah. Coba kita lihat, pasangannya shalat Tahajjud juga adalah sedekah!

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan.”(QS.as-Sajdah:16)

Kalau lagi sulit, jauhkan pinggang dari tempat tidur! Mau ngapain? Kita bangun malam tuh dengan penuh rasa harapan. Setelah itu,  kita sedekah.

Sedekah Itu Pengubah

Maka saya bilang, “Ente kalau mau berubah cepat, harus sedekah!”

“Apa yang harus saya sedekahkan, Ustadz!”

“Coba sedekahkan gaji ente yang 1,7!”

“Ya, sudah habis, Ustadz!”

Saat itu pembaca yang dirahmati Allah, kisah ini yang terjadi tanggal 18 Januari 2007 enggak masuk di akal di saya. Masa iya baru tanggal 18 tuh duit 1,7 juta sudah habis, kecuali jika dia tukang main judi! Masa iya gaji dia 1,7 juta di tanggal 18 sudah abis, kecuali jika dia punya istri dua!

“Istri lu berapa?”

“Satu!”

“Lho, kok gajinya cepat habis?”

“Ane kredit motor, Ustadz!”

“Berapa duit, tuh, kredit motor?”

“Sembilan ratus ribu!”

“Maaf Ustadz, tinggal delapan ratus…!”

“Ya sudah, motor lu saja yang lu sedekahin!”

“Ya, Ustadz, pahit amat!” kata si satpam.

“Yang lain dah, Ustadz?”

“Ya sudah, kantong ente ada isinya enggak?”

“Sudah enggak ada juga, Ustadz!”

Saya sudah janji sama punya Rabb. Ya Rabb, kalau memang dia tangkapan saya, maka jangan sampai terlepas. Shalat dia sudah mau tepat waktu sama qabliyah juga ba’diyah-nya. Jangan sampai dia enggak sedekah juga. Memang sudah niat, nih, enggak boleh! Kita lihat jamnya enggak ada juga. HP-nya juga enggak ada! Waduuuuh, apa lagi, nih.

Apa lagi kira-kira? Kita teruskan besok, Insya Allah.

Sekalian ini Indonesia lagi berduka banget, silakan sedekahnya. Mumpung lagi hari Jum’at juga.

Sedekah Itu Pengubah

***
Buku Pedoman Dzikir Pagi dan Petang: https://bukuyusufmansur.com/catalog/book-detail/8

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: