Sekarang! Jangan Tarsok Apalagi Tahun Depan

Lakukan sekarang juga, jangan entar atau besok.

sekarang

Yes! Do It Now! Lakukan Sekarang Juga!

Kelapa tua tinggal batoknya

Masih muda puas-puasin

Udah tua tinggal bongkoknya

Mumpung masih muda ah… ntar ajalah kalo dah tua baru tobat, baru banyakin bekel, baru rajin shalat, baru jadi ‘cicak musholla’, baru rajin sedekah, baru ngerjain amal shaleh ini dan itu. Hmmm.. itulah kalimat yang keluar dari anak muda zaman sekarang tapi jangan-jangan kita juga begitu kali ya.

Padahal yang namanya kematian pasti kan datang menghampiri tanpa melihat usia, anak yang baru dihembuskan ruh seminggu, sebulan dan tujuh bulan di dalam kandungan ibunya, anak yang baru berapa menit menghirup pengatnya udara dan baru beberapa saat menangis memandang dunia, balita yang sedang lucu-lucunya, remaja, kaum muda, baru berumah tangga, apalagi yang sudah ‘tuwir’ dan ‘bau tanah’ dah barang tentu dah waiting list. Bahkan bisa jadi sekarang juga Allah melalui Malaikat Izrail mencabut, mengambil, menarik ruh kita.

Iya, sekarang, Alhamdulillah-nya lagi baca tulisan ini, enggak lagi maksiat yah, Insya Allah.

Jangan Tunda Lagi Lakukan Sekarang Juga

Lantas kenapa juga kita harus menunda-nunda waktu untuk membekali diri dengan sebanyak-banyaknya amal shaleh? Ada lagunya tuh, beramal sholeh lebih baik sekarang juga…

Padahal, esok di Hari Penghabisan, seperti dikatakan Rasul, belum lagi kedua kaki seorang beranjak, ditanyalah tentang usianya, dihabiskan untuk apa; tentang ilmunya, diabdikan untuk apa; tentang hartanya, diperoleh dari mana dan dibelanjakan untuk apa; tentang badannya, digerakkan untuk apa. (HR Tirmidzi).

Dari neraka, kelak bakal terdengar jerit penyesalan:

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

‘’Oh, andai aku dulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.’’ (QS. al Fajr: 24).

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

“Dan ingatlah pada hari ketika orang-orang zalim menggigit dua jarinya, menyesali perbuataannya seraya berkata, ‘Wahai! Sekiranyaa dulu aku mengambil jalan bersama Rasul” (QS. al Furqan : 27)

 

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29)

 

“ Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, ‘alangkah baiknya kitabku ini tidak diberikan kepadaku. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. kekuasaanku telah hilang dariku.” (QS. Al-Haaqqah 25-29)

Beramal Sekarang Agar Jangan Menyesal Kemudian

Ada yang menyesal karena salah gaul, salah berteman dan jauh dari Al-Qur’an, mereka berkata:

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)

‘’Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sungguh dia telah menyesatkan aku darim peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al Qur’an) itu telah dating kepadaku. Dan syetan memang pengkhianat manusia‘’ (QS al Furqan: 28 dan 29).

 

Bahkan di antara mereka ada yang nyesel jadi manusia, inginnya jadi tanah saja:

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Duhai alangkah baiknya seandainya aku dahulu menjadi tanah saja!

 

Mereka mengiba:

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100)

‘’(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apaabila dating kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : “Ya Tuhanku, sekiranya kembalikanlah aku ke (dunia) agar aku dapat berbuat amal yang saleh yang telah kutinggalkan‘’. SEKALI-KALI TIDAK! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. (QS al Mu’minun: 99-100).

Sebelum Semuanya Terlambat

Sebelum semuanya terlambat, Nabi mewanti-wanti umatnya:

اغْتَنِمْ خَمْساً قَبْلَ خَمْسٍ

‘’Optimalkan lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan:

شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

  1. Masa mudamu sebelum masa tuamu,

وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ

2. Saat sehatmu sebelum sakitmu,

وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ

3. Kayamu sebelum miskinmu,

وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ

4. Waktu luangmu sebelum sibukmu,

وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

5. Hidupmu sebelum matimu.’’

(HR Al Hakim).

Hadis Lain

Atau hadits lain, sebagaimana ditakhrij oelh Imam Tarmizi dalam kitab Az Zuhud, Bab ‘Bersegara dalam beramal’, hadits nomor 2306. Dari jalur Muhriz bin Harun, dari Abdurrahman al A’roj dari Abi Hurairoh, bahwa Rasulullah SAW beRsabda:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا هَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا…

‘’Segerakan beramal saleh, memangnya kalian mau menunggu tujuh hal berikut (baru mau beramal shaleh)

فَقْرًا مُنْسِيًا

  1. Kemiskinan yang membuatmu lupa,

أَوْ غِنًى مُطْغِيًا

2. Kekayaan yang menyesatkan,

أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا

3. Penyakit yang membinasakan,

أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا

4. Masa tua yang melemahkan,

أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا

5. Kematian yang mendadak,

أَوِ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ

6. Dajjal yang merajalela,

أَوِ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ

7. dan Kiamat yang sangat pahit dan mengerikan.’’

(HR Tirmidzi).

Ini Kisah Ulang

Saya kerap menceritakan ulang kisah yang saya dengar dari guru-guru saya yang lain dalam kesempatan saya menjadi murid. Sebuah kisah klasik yang bertutur tentang persahabatan manusia dengan malaikat kematian, terlepas dari validitas kisah tersebut namun banyak orang yang kemudian tergugah dan menyadari akan kebodohan, kekonyolan dan kelemahannya.

Dikisahkan bahwa ada seseorang yang bersahabat dengan malaikat kematian, sebutlah namanya Bedul. Mereka bersahabat layaknya manusia kebanyakan, saat sang sahabat harus pergi, Bedul berpesan ; “ Sekarang, kalo ente balik lagi dengan bawa amanah dari Allah buat ngejemput, buat nyabut nyawa ane kasih kabar dulu ya, biar ane siap, biar ane banyak bekel”. Sang sahabat pergi hanya menghaturkan salam perpisahan tanpa memberi jawaban apa-apa. Di kemudian hari Bedul tetap dengan aktivitas sehari-harinya, ia berkeluarga, berniaga, bertetangga dan hidup layaknya orang kebanyakan, cuma bedanya ia terkesan malas-malasan untuk beribadah karena dia pikir dia akan dikabarin oleh temannya sang malaikat kematian bila saatnya tiba. Berpuluh-puluh tahun berlalu hingga kemudian ia lupa bahwa sang sahabat akan datang menjemput.

Tok tok tok… “Assalamu’alaikum…”, ia mendengar ketukan pintu dan salam. Serasa suaranya tak asing namun suaru itu begitu dalam dan menggetarkan hatinya.

“wa’alaikumussalam warohmatullah siapa ya…”, ia buka pintu lalu terhenyak begitu tahu bahwa yang datang adalah kawan lamanya, dialah malaiakat pencabut nyawa.

“Kenapa datang enggak beri kabar dulu, kan sudah saya pesan tempo hari bahwa kalau mau datang kabarin dulu, biar saya siap.” Protes Bedul dengan kehadiran kawan lamanya yang mendadak.

Lanjut Baca

“Bukankah Allah sudah memberikan kabar kepadamu, Dia telah memberikan tanda-tanda kedatanganku. Coba perhatikan rambut yang tumbuh di kepala dan jenggotmu yang dulu hitam pekat kini telah memutih, lihat kulitmu yang dulu begitu indah kini telah keriput, tubuhmu dengan tulang dan otot yang dulu kekar kini telah mulai rapuh dan jalanmu sudah mulai gontai. Apakah itu bukan tanda bahwa kematian akan semakin dekat?” Jawab sang sahabat dengan suara menyeramkan.

“Oke kalau begitu, saya akui salah… tapi beri saya kesempatan barang sebentar sajalah… seminggu atau sehari juga engga apa-apa, dengan kesempatan yang sempit itu akan kugunakan untuk bartaubat, untuk menambah amal shaleh, untuk rajin beribadah.” Bedul minta bonus perpanjangan waktu kematiannya.

“Tidak!… kalau kematian telah datang. Tidak akan bisa diundur atau dimajukan” Gertak sang Malaikat.

Sekarang, dia menyadari kekeliruan dan kebodohannya tidak bisa membaca tanda-tanda alam bahwa kematiannya hampir dekat, ditambah ia merasa belum siap, belum banyak bekal amal shaleh, ada sih… namun banyak dicampur aduk dengan riya dan serasa dosa begitu banyak. Akhirnya ia berlari sekuat tenaganya menghindari kejaran malaikat hingga kemudian ia masuk ke dalam sebuah gua, dan ternyata di sanalah tertulis tempat kematiannya. Akhirnya ia meninggal dengan penuh penyesalan.

Epilog

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (٩) وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (١٠) وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١١)

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”

dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Munaafiquun: 9-11)

***

___

Buku Yusuf Mansur Diskon di Shopee sampai 90%: https://shopee.co.id/bymofficial

5 Buku Pentalogi dari Rp. 250.000 jadi cuma Rp. 25.000: https://shopee.co.id/PENTALOGI-i.38307556.614300403

5 Buku Kun Fayakun Series yang tebel dan hard cover dari Rp.350.000 jadi cuma Rp. 35.000: https://shopee.co.id/KUN-FAYAKUN-SERIES-i.38307556.1400586585

Kalau di bawah ini buku gratis berupa ebook:

Silakan Download

Buat yang belum baca ebook 63 tanya jawab tentang qurban, kalau ini gratis: http://yusufmansur.com/ebookgratis/

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: