Yusuf Mansur

Sekedar Sharing

 

 

Assalamualaikum wr. wb.

Sekadar sharing. Suatu saat saya mendapati Haafid dan Kun maen game Naruto. Buat saya, ini masalah. Apalagi dikasih taunya sama tamu. Saya makasih banget dah dikasih tau. Terutama dampaknya.

Aih maksud hati membiasakan anak-anak dengan komputer, IT, dan lain-lain. Namun kemudian kecolongan juga. Tapi kemudian saya mengambil sikap ga gelisah.

Saya coba menenangkan pikiran, dan bersiap-siap menempuh jalur shalawat dan doa. Saya pikir, saya mau mengkhususkan shalawat dan doa di urusan ini. 1000 shalawat saya geber.

Saya mo baca shalawat, 100 kali, lalu berdoa buat anak-anak saya. Yang mau ikutan, silahkan baca dan doanya silahkan buat urusan masing-masing. Sambil tidak lupa saya menghimbau untuk mendokan juga yang lain: kawan-kawannya, saudara-saudaranya, negaranya, bangsanya. Gitu.

Bismillaah, saya memulai shalawat dan doa. Sebagaimana keyakinan bisa mengubah arah angin, menunda hujan, menggiring awan, seyakin itu saya coba hadirkan keyakinan yang sama, bahwa dengan shalawat dan doa, anak-anak saya BISA DIBUAT TIDAK DOYAN Naruto dan games sebangsanya.

Subhaanallaah, mudah-mudahan bukan bikinan syetan, sebab syetan juga mampu membuat doa “dikabul” lalu membuat kita lengah, sombong, dan takabbur.

Alhamdulillaah Haafid, Kun, ga doyan lagi sama sekali games tersebut. Dan kami masih bisa buka program computer for kids di rumah.

Selanjutnya, saya dan istri, bawa ke shalat kalo ada apa-apa. Termasuk ga kepengen makannya anak-anak, dibawa shalawat, doa, dan shalat. Juga sedekah khusus.

Hati, pikiran, gerak anak, Allah juga Kuasa terhadap mereka. Terhadap matahari dan bulan saja Allah sanggup, apalagi terhadap hati, pikiran dan gerak anak-anak. Subhaanallaah.

Sooo, jika para orang tua kemudian ada kekhawatiran akan perilaku anak, baik yang baru menunjukkan gejala dan atau yang udah menyimpang. Banyak-banyak bicara dari hati ke hati sama Allah yang sudah menciptakan anak kita, dan menitipkannya kepada kita.

Sehebat-hebatnya kita menjaga anak kita, siapa juga yang sanggup menjaganya 24 jam? Lagian, kalau kita banyak omong, anak-anak cenderung melawan.

Baca selanjutnya

Exit mobile version