Sempat Lupa Sedekah

lupa 

 

Begitulah sifat manusia. Saat diberi kemudahan, ia kerap lupa. Apa yang menjadi faktor munculnya kemudahan justru ia lupakan. Jadilah Allah mengingatkan hamba pelupa itu dalam bentuk berkurangnya pendapatan. Hamba itu bernama: Eko Setiawan (29), seorang dokter.

dr. Eko, sapaan akrabnya, tidak akan pernah lupa kelalaian akibat terlena oleh kenyamanan hidup (comfort zone) yang dirasakannya.

Sebagai manusia, dr. Eko terbilang beruntung. Setahun setelah diwisuda sebagai sarjana kedokteran oleh Universitas Trisakti, tahun 2005, dr. Eko diterima bekerja di Rumah Sakit Bhakti Asih, Ciledug, Kota Tangerang. Sebagai dokter muda, ia ditugaskan di luar RS sebagai dokter jaga sebuah klinik. Tidak sampai sebulan, dr. Eko ditarik ke dalam. Ia menangani UGD, juga pasien-pasien rawat inap.

Untuk ukuran seorang dokter yang baru lulus, dr. Eko merasa itu sebagai hal yang luar biasa. Jarang dokter, dalam hitungan minggu langsung mendapat amanah tugas yang lebih tinggi.

Sebagai rasa syukurnya, dr. Eko rajin menyisihkan sebagian pendapatannya. Pada awalnya, ia sisihkan pendapatannya 2,5 persen dari pendapatan total tiap bulannya, untuk disalurkan ke masjid-masjid, peminta-minta, atau pun ke panti-panti.

Tapi ternyata, situasi yang nyaman membuat dr. Eko terlena. Sekitar satu tahun berjalan, dr. Eko mulai lupa menyisihkan pendapatannya. Atau kalaupun harus disedekahkan, itu jika ada lebih. “Saya akui pernah terlena. Kewajiban sedekah itu saya nomor sekiankan setelah uang saya pakai untuk berbagai kebutuhan,” aku anak sulung dari tiga bersaudara ini.

Akibatnya fatal. Selama setahun lupa diri, ia menghadapai kenyataan: pendapatannya tidak bertambah. Malah, semakin menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. “Jadi kalau saya punya uang satu juta, tetap nilainya tak bertambah. Berbulan-bulan, padahal kebutuhan belanja dan nilai barang terus naik. Hal ini mengakibatkan perasaan kurang terus menghantui saya,” tuturnya.

Sampai setahun berselang, dr. Eko merasakan sumber-sumber rezeki terasa seret, mampet. Nilai pendapatannya pun merosot sampai 60 persen! Dr. Eko pun bingung, apa yang terjadi dengan dirinya?

Ia pun berusaha instropeksi. Ia ingat kebiasaan sedekahnya yang mulai ia abaikan. “Mungkin kebiasaan itu yang mulai saya lupakan,” ujar dr. Eko.

dr. Eko mulai lagi membiasakan diri memprioritaskan sedekahnya. Sebelum uang dibelanjakan, ia sisihkan dulu minimal 2,5 persen. Dan gampang diduga, kehidupan dr. Eko kembali seperti semula: tenang dan karir berjalan lancar, bahkan terus meningkat. “Rezeki saya datang dari arah yang terkadang sama sekali tidak saya duga,” tuturnya.

Bahkan ada kejadian membuktikan bahwa Allah mempermudah segala persoalan yang datang menghampirinya. Sebagai contoh ketika dr. Eko punya hajat yakni mengadakan Senam Massal di Kota Tangerang. Acara itu mengundang para pejabat tinggi Kota Tangerang, seperti Walikota, Wakil Walikota, dan Sekretaris Daerah. Tetapi sayangnya, mereka menyatakan minta maaf karena tidak bisa menghadiri Senam Massal itu.

Tak putus asa. Kepada Timnya, dr. Eko menyarankan agar tetap mengupayakan para pejabat itu hadir. “Caranya, selain membujuk mereka supaya datang, kami mengajak tim berdoa,” katanya. dr. Eko sendiri melakukan upaya munajat dan sedekah. Itu dilakukan agar Allah ridho dengan hajat yang sedang ia jalankan. “Kepada Allah, saya bersedekah, sebagai semacam uang muka, saya sampaikan agar Dia ridho dan memperlancar segala hajat saya itu,” katanya.

Hasilnya memang ajaib. Doa dan usaha berjalan seiring, tak ada alasan bagi Allah untuk mengabulkan keinginan dr. Eko. Pas hari H, semua pejabat Kota Tangerang, mulai dari pejabat tingkat yang paling rendah sampai paling tinggi, datang. “ Ini benar-benar miracle buat saya. Saya sangat bersyukur, dan sejak saat itu keyakinan akan keajaiban sedekah semakin menguat,” tandas anak dari pasangan Haji Edi Mawardi (55) dan Hj. Neneng Yoyoh (50) ini.

Di mata dr. Eko, sungguh benar teori bahwa 1-1 tidak selamanya sama dengan nol. Berdasarkan teori sedekah Ustadz Yusuf Mansur, 1-1 bisa  sama dengan 10. “Teori itu betul, saya mengalaminya sendiri,” katanya.

Ia juga masih ingat, bahwa sedekah itu ilmu yang paling tinggi, karena di dalamnya mensyaratkan adanya ikhlas. “Ikhlas itu sesuatu yang sangat berat diwujudkan. Bayangkan saja, melepaskan harta yang sangat kita cintai, sungguh pekerjaan yang pasti sulit bagi para pecinta dunia.”

 

Yuk, salurkan sedekah Anda untuk Wisuda Akbar 7

Sedekah sekarang

Wisuda Akbar 7

You may also like...

2 Responses

  1. Assalamualaikum.wr.wb..

    Alhmdllah Sekarang ada bisnis yg sekaligus bernilai sedekah dan insyaalloh akan berkah dunia akhirat..

    Pendirinya ust.Yusuf Mansur sendiri.
    Mau tau lebih banyak klik aja:

    http://bestpaytren.com/Mazrifai

    WA: 08980424771
    Pin bbm:54CEAB64

    AYO SEGERA GabuNg^Bersama PAYTREN..!!
    Insyaallah ada jaLan untuk jadi sukses Dunia akherat^..

  2. deni sutisna says:

    assalamualaikum….
    paytren adalah sebuah apl yang di dalam nya banyak manpaat nya. plsa/token listrik anda habis uda ga usah kluar rumah. mau bayar bpjs pdam PLN prabayar dll / cicilan motor / mobil. bli tiket pesawat / kreta api uda simpel tinggal klik di hp anda urusan sudah beres… anda tertarik untuk memakai nya klik http://bestpaytren.com/denis90
    bisa hubungi di
    WA : 085693025519
    BBM : 5CB8B40B
    Salam paytren…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like