Yusuf Mansur

Semua Kemajuan Karena Izin Allah

tidak sombong

Ngecilin, ngeremehin orang lain serta menganggap diri lebih hebat, lebih pinter, lebih baik dan lebih dari segalanya, sesuatu yang amat dibenci Allah. Sikap inilah yang menjerumuskan Fir’aun, menjatuhkan Qarun ke posisi yang paling rendah.

Qarun merasa bahwa harta yang dimiliki bukan karena anugerah Allah, tapi karena kekuatan dan kepandaiannya. Fir’aun merasa paling berkuasa, dia yang menentukan hidup dan mati seseorang. Semua ini karena sikap bahwa diri paling hebat, paling kuasa dari yang lain.

Jika demikian, menjadi orang yang lebih hebat dan lebih pandai perlu dihindari. Lebih baik seperti saat ini saja. Tidak perlu berkembang dan menjadi lebih maju dari sekarang. Karena itu akan menjerumuskan kita. Itu di satu sisi.

Padahal di sisi lain, tidak juga harus seperti itu. Menjadi lebih hebat dan lebih pandai perlu diupayakan. Kita bisa menjadi lebih hebat dan lebih pandai dari sebelumnya tanpa perlu merendahkan, meremehkan dan mengecilkan orang lain.

Sadarlah di atas langit masih ada langit. Coba tengok kanan kiri, pasti ada orang yang lebih hebat dari kita. Ada yang lebih pandai dari diri ini dan seterusnya.

Semua keberhasilan yang diperoleh tidak lepas dari izin Allah, Qadha dan Qadarnya Allah.

Alhamdulillah dengan izin Allah, saya bisa seperti sekarang ini.

sumber image: zulfaidahrifka15.blogspot.com

Exit mobile version