Semua Pujian Kembalikan Ke Allah

Kalau yang sedang dipuji, kemudian diberitain bagus, Alhamdulillah. Tapi, kalau mulai menimbulkan rasa yang gak benar, itu dengan izin Allah, BAHAYA. Kudu diimbangin sama puji-pujian untuk Allah dan Rasul-Nya. Biar ga kena penyakit ‘Ain dan Hasad.

Penyakit ‘Ain tuh gini contohnya: Ada orang muji anak kita. “ih… anak elo tuh ya…. ngegemesin. cantik beeeeuuuddd…”

Kawan kita lupa muji Allah. Dan kita pun, lupa mengembalikan ke Allah. Tau ga? Besoknya, anak kita demam. Atau kepentok. Benjol. Atau terkilir. Gitu-gitu. Karena itu, saya mengaajak keluarga, mengajak saudara, mengajak semuanya baca 100 tasbih, 100 shalawat, 100 istighfar. Ngehindari ‘Ain dan Hasad.

Apa-apa harus dikembalikan ke Allah. Yang muji, kudu nyebut Asma Allah. Yang dipuji, mengembalikan ke Allah. Misal… “Alhamdulillaah ya… Karir kamu melesat…”. Kawannya jawab, “Iya. Alhamdulillaah…”
.
.
Di socmed, bisa ga sebanding. Misal, kita posting karunia. Entah apa itu bentuknya. Dan sama sekali ga nyebut Allah, ga memuji-Nya, ga berterima kasih pada-Nya. Lalu yang me-like, keburu ribuan. Apalagi sampe lebih. Ga ada juga yang muji Allah dst. Duh. Itu bahaya. Dari awal, semua sudah harus saling mengingatkan.
.
.
Oke, bantu ya. Semua pada ikut tasbih 100x (subhaanallaahi wabihamdih). Istighfar (astaghfirullah) 100x. Dan shalawat 100x. Buat yang lagi susah, yang lagi butuh, 1000 lah. Sekalian ngingetin juga. Ga akan ada pencapaian apa-apa, kecuali semua berasal dari Allah semata.

You may also like...

Leave a Reply