Senantiasa Berdoa

Saat ngaji. Saat baca Qur’an. Saat ceramah. Saat ngajar. Saat belajar. Saat baca Hadits. Saat silaturahim. Saat puasa-puasa sunnah. Saat sedekah. Saat posting-posting. Saat kerja. Saat usaha.

Bahkan untuk yang sedang tidak melakukan kebaikan. Alias untuk yang masih berlautan keburukan dosa dan maksiat.

Doanya tidak cuma untuk diri sendiri. Tapi diluasin seluas-luasnya. Toh nanti jadi memperberat timbangan amal. Bismillaah. Walhamdulillaah.

Saat jalan-jalan. Saya juga doa. Selamatkan perjalanan saya serta semua yang dalam dan mengadakan perjalanan. Darat laut dan udara. Dari mereka yang berjalan hari ini serta yang nanti-nanti hingga akhir zaman dan seterusnya.

Saat sakit. Luasin. Untuk kita dan semua yang sakit. Untuk keluarga yang sakit. Sekarang-sekarang ini. Dan yang nanti-nanti sakit sampai dengan orang-orang akhir zaman. Sakit yang mengantar kepada kebaikan, iman, amal saleh, ampunan, rahmat, kesehatan yang penuh berkah lalu ketemu obatnya. Juga untuk semua yang membantu proses kesembuhan, kesehatan, perawatan.

Saat musibah, saat dapat bencana. Apa saja. Doanya diluasin, dibanyakin, digedein.

You may also like...

Leave a Reply