• home ym com


Setan Diikat, Maksiat Jalan

Setan Diikat

 

Katanya setan diikat selama Ramadhan, tapi kenapa maksiat jalan terus? Ini dia, setan banyak nganggurnya karena ente, ane, kita yang sesungguhnya jadi setan. Ayatnya ada. Statement setan itu diabadikan di surat Qaf ayat 27,

“Ya Tuhan Kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”. (Q.S Qaaf: 27)

Kita bilang, “Gara-gara elu nih, setan, gue ada di neraka.”

Setan ga mau disalahin. Apa dia bilang? “Rabbana ya Tuhan kami, maa athghaytuhuu, sebenarnya aku ga menggoda dia. Wa lakin kaana fii dholaalin ba’iid, tapi mereka sendiri yang sesat. Aku nih udah mau godain dia supaya berzina, dia udah berzina duluan. Aku godain supaya dia tuh mabok, mabok duluan. Aku godain dia supaya dia ngambil harta haram, dia ngambil harta haram duluan.”

Kerja setan enteng. Maa athgaytuhuu, wa lakin kaana fii dholaalin ba’iid. Setan belum menyesatkan kita, kitanya sudah sesat duluan.

Lalu, Allah melerai ribut kecil antara kita dan setan. Allah bilang dalam surat Qaf ayat 28,

“Allah berfirman : ‘Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku,….” (Q.S Qaaf: 28)

Allah bilang, “Jangan pada ribut, dua-duanya di neraka.”

Kalau kemudian kita sudah menjelma menjadi setan, ya akhirnya memang maksiat tetap kelihatan di mana-mana. Makanya, yang perlu diikat adalah hawa nafsu kita. Yang perlu diikat, yang perlu dirantai adalah nafsu syahwat kita, keinginan-keinginan jelek kita. Begitu ada, ikat. Jadi ga ke mana-mana. InsyaAllah …

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.