Setiap Perintah Allah dan Rasul Pasti Baik

Setiap Perintah Allah dan Rasul Pasti Baik

Setiap perintah Allah dan Rasul pasti baik. Sangat-sangat berguna. Amazing. Dan pastinya akan membuat decak kagum bertambah, seraya lisan mengucapkan tasbih, subhaanawllooh, Maha Suci Allah. Dengan ucapan sebenar-benarnya tasbih, dengan segenap perasaan, hati, dan pikiran.

Allah mewajibkan shalat Jum’at kepada laki-laki. Mengapa? Kelak ilmu pengetahuan membuka rahasia ini, dengan Izin Allah, jika ada upaya juga manusia untuk menggalinya, menelitinya, mencari rahasia-Nya. 

Laki-laki ga haidh. Berbeda dengan perempuan.

Sedangkan haidh udah banyak yang meneliti. Hingga bila perempuan yang mestinya haidh, lalu ga haidh, pastilah selain perasaan resah, juga badan pasti ga enak. Sebab haidh pengaruh positifnya buat perempuan, luar biasa.

Dan demikianlah Allah sudah mengaturnya. Siklus haidh dibuat oleh Allah. Bagi perempuan. Dan siklus shalat Jum’at pun diatur Allah. Ya hanya se-Jum’at sekali. Ini mesti ada Maksud-Nya. Ada Hikmah-Nya.

Sekarang, baca aja dulu… al Kahfi. Silakan. Jangan sampai kelewatan baca biar dapat cahaya.

Siklus haidh tidak ada buat laki-laki. Apakah sebagai gantinya adalah shalat Jum’at? Buat laki-laki? Wawlloohu a’lam. Tapi sudah ada penelitian di bidang ini.

Saat shalat fardhu, juga shalat-shalat yang mauquut (ada waktunya), kayak dhuha, dan tahajjud, mestilah Allah, Yang Punya Badan Manusia, Yang Pastinya Mengetahui Seluk Beluk Tubuh Manusia, Mengetahui apa-apa yang manusia perlukan. Dan segala gerakan shalat, juga waktunya yang berkesesuaian dengan kebutuhan badan manusia, ciptaan-Nya.

Termasuk shalat Jum’at.

Pada saat shalat Jum’at, itu mesti ada proses apaaaaaa gitu. Yang pastinya dibutuhkan manusia, dan prosesnya adalah saat Jum’at itu. Entah enzim, entah zat. Entah proses metabolisme apa. Pastinya ada.

Setiap Perintah Allah dan Rasul Pasti Baik

Saya yakin. 

Sayang. Proses yang hanya sekali-kalinya setiap Hari Jum’at, kita sering mengaibakannya.

Tidak sedikit yang tidak shalat Jum’at bahkan.

Sekalinya ada yang shalat Jum’at, shalatnya tidak dengan hati, rasa, dan pikirannya.

Jika benar, ada proses yang dibutuhkan oleh ummat manusia, oleh tubuh manusia, di mana proses itu hanya bisa berlaku dengan dan di shalat Jum’at, maka rugi sekali. Rugi yang mengabaikan shalat Jum’at, dan melalaikannya.

Kisah Tentang Satpam yang Berubah: http://yusufmansur.com/allah-akan-ganti-dengan-berlipat-kali-banyaknya/

Lebih lanjut agar kita tidak merugi: Buku Dzikir Pagi-Petang: https://bukuyusufmansur.com/catalog/book-detail/8

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: