Yusuf Mansur

Sibuk Tiada Henti, Ngejar Apa?

Tesis ga kelar-kelar, sibuk terus ngurus yang laen, pergi pagi, pulangnya kecapean. Begitu terus tiap hari.

Resepnya sederhana. Berikan waktu yang cukup, lagi baik, luas, istiqomah, untuk Allah. Benahin perkara-perkara yang wajib dan idupin perkara yang sunnah. InsyaaAllah, Allah akan melipat bumi-Nya, memendekkan jarak yang jauh, memudahkan yang sukar, membuka yang buntu, membanyakkan yang sedikit & manfaat, menghadirkan pertolongan, kemudahan, tim, orang-orang, dan malaikat-malaikat yang membantu. Lalu waktu, tenaga, duit, ilmu, jadi berkah.

Misal, mestinya ga selesai, selesai. Tau-tau beres aja. Dan banyak yang dikerjakan, di saat yang bersamaan. Tapi sebaliknya, jika kita menyia-nyiakan Allah, ga mentingin, ga ngistimewain, secara waktu ya punya Allah, segala kemampuan dan hasil ya juga punya Allah. Rizki dengan segala kehidupan juga punya Allah. Maka keadaan-keadaan sebaliknya: Sibuk tiada henti. Kurang tiada cukup. Akhirnya rugi tiada untung. Idup jadi ga jelas, banyak capenya, banyak letihnya, kayak ga ngerti ngejar apa dan ngerjain apa. The Galauers, the Bingungers, the EnggaTauers. Punya banyak, tapi malah pusing banyak. Apalagi sebagian, bener-bener dihimpit dan disempitkan hidupnya oleh Allah.

Liat pembahasan QS Al Baqarah ayat 220 di fanpage Yusuf Mansur Official. Belom lama ini. Kemaren kalo ga salah. Saat di mekkah. Mohon doa buat saya ya.

Exit mobile version