Sidang Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Memang Sedang Berjalan

Shalawat Aja

Yang pengen ngeliat saya sempurna, ga ada kesalahannya, ya bakal kecewa. Saya masih jadi manusia. Banyak salahnya.

Sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri, emang sedang berjalan. Dan saya ya jalani aja.

Dari sejak awal, Kuasa Hukum udah aktif mewakili. Ga pernah mangkir. Bener-bener dijalani.

Ini orang-orang di balik gugatan ini, masih orang yang sama, sejak 2014 sampai dengan 2020, yang melaporkan saya ke sana ke sini. Ngelaporin saya ke berbagai kepolisian. Sejauh ini, saya ga lari, ga kabur, ga menghindar. Bener-bener ngejalanin sebagai warga negara Indonesia yang pengen terhormat dan gentle. BAP demi BAP, sejak 2014 sampai dengan 2020, ga ada yang terlewati.

Dan ga ada keistimewaan apa-apa. Baik dari kepolisian dan pemerintah. Dan sekarang, Beliau-Beliau melanjutkan ke tuntutan perdata.

Saya sering bilang ke keluarga dan kawan-kawan saya, bahwa ibadah saya ya di sini. Ngadepin gini-gini. Toh ga ada yang ga jadi ibadah, kan? Semua jadi ibadah. Bagi orang, ngabisin waktu. Bagi saya, ya ini ibadah. Jadi ya gak apa-apa.

Beliau-beliau yang di balik ini semua, begitu cinta sama saya.

Membuatkan buku berisi daftar keburukan dan kesalahan saya. Kalo ga salah lebih dari empat mungkin sampai lima buku. Juga terus-terusan mem-publish sisi negatif tentang saya. Mengumpulkan orang-orang yang kecewa juga dengan saya dan menyebarkan yang dianggap sebagai titik kekurangan, kesalahan, bahkan kejahatan dan keburukan saya.

Keren. Dari 2014.

Saya pernah merespon dengan negatif. Sekali. Tapi ga bagus banget. Jadi ya saya kembali jadi Yusuf Mansur aja, hehehe.

Terserah Allah aja. Semoga saya diampunin dan dinaikkan Allah dengan cara dan keadaan-keadaan begini.

Semoga ada setitik kebaikan saya yang bisa disebut manfaat oleh Allah buat kawan-kawan semua dan semesta raya.

Selebihnya, sidang kasusnya sedang berjalan. Mohon doanya aja. Terutama agar Allah maafin saya. Untuk segala kesalahan dan kekeliruan, semoga saya bisa menebusnya di hari-hari mendatang.

Bener-bener mohon doa. Jika memang ada kerugian, semoga saya bisa menyelesaikannya sejak di dunia. Jika tidak ada, sebab sudut pandang kan juga ya mestinya beda-beda. Bisa beda-beda. Maka semoga bener-bener tidak ada.

Ke semua. Saya mohon maaf lahir batin.

Met SIT. Met AYM.

Shalawat, istighfar, tasbih.

Amalan Yusuf Mansur empat surat.

Al-Mulk, Al-Waaqi’ah, Ar-Rahmaan, Yaasiin.
____________________________
Buku Terbaru: Kekuatan Impian Kekuatan Percaya Perjalanan Impian Perjalanan Percaya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: