Surat As-Shaaff dan At-Tahrim Jadi Ruh Film Tausiyah Cinta

 

1. Humar Hadi

 

Sutradara dengan nama Humar Hadir mungkin belum dikenal di dunia perfilman. Film Tausiyah Cinta yang akan release Oktober mendatang, menjadi film perdananya di layar lebar.

“Saya memiliki kewajiban secara pribadi untuk menyampaikan kebaikan dan film merupakan media paling hebat, efektif dan berpengaruh untuk menjaga generasi”  tutur Humar yang akrab disapa Umank.

Umank menilai bahwa perfilman Indonesia saat ini semakin baik. Antusiasme penonton mengenai film karya anak bangsapun semakin besar. Namun, menurut Umank, inilah yang seharusnya dijaga oleh para fiilm maker untuk memperkaya konsep bercerita dalam film. Agar menarik penonton dan memiliki dampak positif selanjutnya.

Umank menggarap film Tausiyah Cinta dengan cara yang berbeda dari kebanyakan film maker di Indonesia. Ia menentukan tokoh baru yang mengutamakan hafalan Al Quran ketimbang penampilan. Panutannya Surat As-Shaaff dan At- Tahrim menjadi ruh dalam pembuatan film ini.

Dimana, Tausiyah Cinta merupakan cermin besar pada dirinya sendiri. Film ini menampar dirinya untuk berintrospeksi diri. “Sebelum jadi nasehat para penonton, film ini lebih dulu menampar saya dengan segala ujian dan tantangannya” tukas lulusan Akademi Kimia Analisis Bogor ini.

Dalam dakwah yang dilantangkan di dunia perfilman, Umank menjaga kualitas Islam yang seutuhnya. Contohnya dengan nihilnya adegan sentuhan antar non muhrim. Menurutnya, masih banyak film yang mengatasnamakan dakwah Islam, namun lupa akan ruhnya.

“Mereka sebatas menjaga kualitas penceritaan dan keuntungan materi saja. Belum pada investasi memberi teladan bagi para penonton” tuturnya.

 

Sumber news: dakwatuna.com

Sumber image: statis.dakwatuna.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like