Tentang Wirda Kuliah Bagian Pertama

Wirda sendiri tinggal masuk juga di perguruan-perguruan tinggi keagamaan. Sebut saja di Maroko, Mesir, Jordan, ingat kan Wirda pernah di Jordan dan bahkan di kampus-kampus di Saudi; Riyadh, Madinah, Mekkah. Asli gampang. Tinggal ikut “pesantren” satu tahun di sana, terus masuk deh.

Segampang itu?
Ya. Segampang itu. Kami sudah melakukan itu untuk anak-anak Daarul Qur’an. Termasuk ke Turki. Bahkan ke belahan negara Amerika. Ambil kursus Bahasa Inggris di sana. Yang full level. Sampe dapet i20.


Wirda kepengen nge-track di jalur langsug terjun ke masyarakat, tanpa kuliah. Entah itu ke seminar-seminar; baik sebagai pemateri maupun sebagai peserta seminar.


Wirda juga bilang, kuliah S1-nya hanya dua tahun di Inggris. Kelulusannya kemudian ditentukan dengan Business Project.

Wirda senyum. Lah wong Wirda udah bisnis. Sejak belasan awal usianya. Belakangan malah berkolaborasi dengan Mustika Ratu. Brand besar. Ngeluarin produk unggulan khasnya Wirda, yang menyasar kosmetik untuk kaum hawa dan khususnya millenial. Wirda saya saranin juga untuk kerja sama dengan Wardah. Brand kosmetik besar lainnya. Dan segera menjajaki produk-produk kesehatan dan “kecantikan” untuk pria, hahaha. Mengingat pria juga genit-genit. wkwkwk.


Sampe sini kemudian, kegalauan Wirda muncul.


Wirda asli aktif sekali. Menulis buku best seller. Sudah lima. Menyusul terus buku-buku terbaru. Mau keluar juga edisi full Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Bismillaah.


Agenda public-public speaking, ceramah motivasi, di kampus-kampus, di instansi-instansi, di sekolah-sekolah, di masjid-masjid, di pengajian-pengajian, di masyarakat, ya hampir tiap hari. Bahkan di manca negara.


Asli makin galau. Perlu ga sih kuliah? Harus ga sih kuliah? Wajib ga sih kuliah? Emang apa yang dicari dengan berkuliah? Apalagi jika dihubungkan dengan pekerjaan? Usaha? Keterlibatan aktif di masyarakat? Penghasilan? Dan lain sebagainya?

Hmmm… Nampaknya, kudu hati-hati menjawab ini. Kudu arif. Salah-salah kita harus menutup bahkan bukan hanya perguruan-perguruan tinggi. Tapi juga menutup SD, SMP, SMA. Sebab salah jawab, semua itu jadi hal usang. Harus segera ditutup bila salah jawab. Sebab dianggap tidak perlu. Membosankan. Buang waktu. Dan banyak jalur shortcut.


Pertanyaannya? Apa iya?


Kami diskusi hangat. Diskusi ceria. Pasti ada yang salah nih…


(Bersambung).

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Rahmi Nia Ivana berkata:

    mansyur family…keren..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: