Terima Kasih Kepada yang Selalu Melaporkan dan Menuding Saya

Terima Kasih Kepada Yang Melaporkan

Kepada sahabat saya dan kawan-kawannya: Yang selalu berbuat ini ke saya, saya ucapkan, “Terima kasih banyak!”

Sungguh! Tidak ada kata lain kecuali terima kasih. Sebab selalu berbuah baik dan jadi kebaikan.

Misal pelaporan demi pelaporan ke berbagai kepolisian dan pengadilan negeri. Ternyata malah membuat Bank Indonesia menganggap saya tidak perlu klarifikasi lagi soal tuduhan hukum yakni saat pengajuan izin E-Money Bank Indonesia. Rupanya Bank Indonesia sendiri yang mendatangi Bareskrim. Mereka meminta langsung klarifikasi di sana. Ini contoh kecil saja. Betapa Allah malah jadi memudahkan.

Tentu saya punya kesalahan. Sampai sekarang juga banyak kesalahannya.

Kawan-kawan jika ada yang memang merasa duitnya dimakan saya, dibawa lari saya, silahkan WhatsApp ke keluarga saya: Fadhil: 0813-8838-8841. Mangga.

Kawan-kawan bisa memberikan serta keterangan sedikit tentang apa dan bagaimana. Sejauh ini tidak pernah, tidak ada yang dilayanin. Kami InsyaAllah akan selalu melayani. Sejauh kebaca dan rizkinya ada. Semoga Allah bersihin semua kesalahan-kesalahan saya, keburukan-keburukan saya kemudian dosa dan maksiat saya. Orang banyak jarang memiliki ibadah yang saya punya.

Ibadah yang namanya BAP ke BAP, persidangan ke persidangan. Hehehe. Alhamdulillaah.

Mohon Doa

Mohon kawan-kawan doakan yang terbaik buat mereka-mereka ini dan sesiapa yang dimajukan untuk menjadi pelapor atas saya dari waktu ke waktu. Doakan yang baik-baik. Sebab sekali lagi, Demi Allah! Mereka hanya membawa kebaikan. Tidak ada membawa keburukan.

Terima kasih ya… Ini saya naikkan untuk jawaban yang sama atas pertanyaan yang sama. Mengingat dan melihat mereka konferensi pers lagi tadi siang. Jadi ini sekaligus jawaban buat semua.

Saya tadinya kan mau laporin balik. Pernah saya aplod juga. Tapi mereka punya istri, punya suami, punya orang tua. Cukup saya aja yang dibuat berkah atas tindakan ini semua kecuali Allah berkata lain. Yang penting buat saya, polisi-polisi objektif. Penegak hukum juga obyektif. Saya pun tidak usah ada yang membela jika salah. Tidak mengapa.

Toh saya udah pernah dua kali dipenjara. Malah jadinya baik juga. Di penjara itu saya jadi penghafal Qur’an dan penulis. Lalu berkembang sampai sekarang. Emang ga pernah salah dah Allah mah. Makanya wajib bertasbih dan bertahmid saja. Subhaanallaahi wabihamdih.

Mohon doa ya…

Instagram: @yusufmansurnew

Artikel Lain: Gak Semua Pelaporan Itu Amal Riya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: