Terjemahan Al-Quran Berbahasa Daerah

 

Bahasa Daerah

Allah swt berfirman, “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.” (QS Saba (34):28)

Ayat ini menjelaskan bahwa risalah Islam yang dibawa Rasulullah saw harus sampai ke seluruh umat manusia. Agar risalah Islam ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat, baik di kota, pedesaan maupun di pelosok-pelosok, maka peranan bahasa amat penting sekali.

Sepertinya berdasarkan pemikiran inilah, Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sebuah terobosan. Kemenag meluncurkan Alquran yang disertai terjemahan bahasa daerah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin mengatakan bahwa masyarakat yang tidak berbahasa Indonesia sangat membutuhkan Al-Quran dengan terjemahan bahasa daerah. Inilah maksud dibuatkannya Al-Quran dengan terjemahan bahasa daerah

Ini juga dimaksudkan sebagai upaya pelestarian bahasa daerah yang mungkin nyaris punah atau jarang digunakan dalam bahasa tulisan.

“Masyarakat di daerah yang masih menggunakan bahasa daerah dapat memahami dan mengamalkan isi Alquran sama dengan yang lain, lebih khusus kepada mereka yang memang tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari,” ujar Lukman di Kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta, Kamis, (3/12) sebagaimana dikutip dari dream.co.id.

Abdul Rahman Masud sebagai Kalitbang-Diklat Kemenag mejelaskan bahwa proses penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa daerah ini telah ada sejak tahun 2013 lalu. Dalam dua tahun, telah menghasilkan terjemahan Alquran dengan sembilan bahasa daerah yang masuk kategori hampir punah.

“Bahasa-bahasa yang dipilih merupakan bahasa yang cenderung jarang digunakan,” ujar Abdul.

Terjemahan Al-Quran berbahasa daerah ini diantaranya adalah Bahasa Minang (Sumatera Barat), Bahasa Banyumasan (Jawa Tengah), Bahasa Dayak Kanayat (Kalimantan Barat).

Sebelumnya telah ada Alquran terjemahan Bahasa Kaili (Sulawesi Tenggara), Bahasa Sasak, (Nusa Tenggara Barat), Bahasa Makassar (Sulawesi Selatan).

Sedangkan tiga bahasa lainnya masih dalam proses validasi. Tiga bahasa yang dimaksud adalah Bahasa Batak (Sumatera Utara), Bahasa Toraja (Sulawesi Selatan) dan Bahasa Bolaan Mongondow (Manado).

sumber news: dream.co.id dan http://khazanah.republika.co.id/

sumber image: dream.co.id

You may also like...

2 Responses

  1. Majid Wajdi says:

    Di mana saya bisa mendapatkan Al Quran terjemah bahasa Sasak? Ada yang bisa membantu?

Leave a Reply to Majid Wajdi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like