Yusuf Mansur

Tiga Ilmuwan Muslim Peroleh Penghargaan Habibie Award

 

Dalam rangka memperingati HUT ke 16 The Habibie Center, Yayasan Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Yayasan SDM Iptek) Habibie Center menganugerahkan Habibie Award kepada tiga ilmuwan. Ketiga ilmuwan ini dinilai telah berhasil dalam pengembangan iptek, baik dari sisi inovasi maupun manfaat karya yang dihasilkan mereka.

Ketiga ilmuwan yang dimaksud ialah Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, ST, M.Kom, yang berhasil meneliti di bidang ilmu rekayasa, Prof. Dr. Nina Herlina, MS, (bidang ilmu sosial) dan Prof. Emeritus Drs. Abdul Djalil Pirous (bidang ilmu kebudayaan).

“Harapan kita ke depan, pemberian anugerah ini mendorong semangat para peneliti Indonesia agar terus berkarya di bidang Iptek. Kegiatan iptek yang dilakukan bapak dan ibu dinilai aktif dan berjasa dalam menyebarluaskan iptek,” tutur Wardiman Djojonegoro, Ketua Yayasan SDM Iptek Habibie Center, Selasa (24/11) sebagaimana dikutip dari http://news.detik.com.

Ketiga ilmuwan ini dipilih berdasarkan seleksi panitia sesuai bidangnya masing-masing. Pertama, Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T. M.Kom yang ahli di bidang teknologi informasi dinilai sebagai peneliti yang produktif.

Beberapa hasil karyanya adalah sistem informasi zakat, prototipe sistem pengaturan lalu lintas, simulator robot pencari sumber asap dan beliau adalah perancang robot Al-Fath. Lektor Kepala di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia ini, sejak 2009 hingga sekarang sedang berupaya membuat sistem telehealth pendeteksi jantung dan alat USG.

Sementara Prof. Dr. Nina Herlina, MS. Nina merupakan seorang wanita yang ahli di bidang sejarah. Dia merupakan doktor sejarah wanita pertama di tanah Pasundan, Jawa Barat dan ketiga di Indonesia.

14 makalah telah dipresentasikannya dalam berbagai seminar internasional di 36 negara, diantaranya di Malaysia, India, Bangladesh dan Portugal.

Wanita berusia 59 tahun ini telah melakukan penelitian di Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis sampai Mesir dan Yunani. Semua hasil penelitiannya itu dituangkan dalam 43 buku, baik secara sendiri maupun bersama.

Ilmuwan ketiga adalah Prof. Emiritus Drs. Abdul Djalil Pirous. Guru Besar Emeritus bidang seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) ini merupakan seniman yang konsisten menghasilkan karya-karya lukisan dan grafis serta memadukan unsur kaligrafi.

Pirous termasuk seniman yang aktif mengadakan pamaeran sehingga seni rupa Indonesia dikenal di dunia. Salah satu pameran tunggal yang digelarnya adalah A.D Pirous: Verses of the Universe”, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Pria 83 tahun ini berharap agara karya seni dapat memberikan efek manfaat kepada masyarakat pada aspek nilai kemanusiaan.

Ketiga ilmuwan ini memperoleh medali, sertifikat, dan uang sebesar US$ 25 ribu.

Penganugerahan Habibie Award ini merupakan salah satu agenda dalam rangka HUT Habibie Center ke 16. Selain penganugerahan ada juga agenda lainnya seperti konferensi, diskusi terbatas, diskusi publik dan talkshow. Acara sudah dimulai sejak Senin (23/11) dan akan berakhir Jum’at (27/11)

sumber news: http://news.detik.com dan https://www.islampos.com/

sumber image: http://news.detik.com

 

Exit mobile version