Tunjuk, Ambil, Pergi

Tunjuk, ambil, pergi..

Tunjuk, ambil, pergi..
Tunjuk, ambil, pergi..

Adalah gaya biasa saya berceramah. Ada juga yang namanya bahasa jokes… Yang kalo dipotong kemudian, jadilah ia viral, hehe. Viral ini juga mah sebenarnya baik. Sebab siapa tau ada yang mengejar video asli yang ga dipotong seenaknya, dan kemudian diedit-edit.

Nih, ini potongan saya. Udah juga saya panjangin. Sekalian buat ngejawab soal viral.

Yang kalo potongan viral mah emang sengaja buat “menaikkan” saya dan mengesankan “baik”. Gpp. Seru aja. Tapi silakan rasakan bedanya yang videonya lebih panjang. Apalagi berkenan liat video asli… Full. Utuh.
.
.
Apapun yang ga utuh, dengan maksud-maksud “baik” tertentu, ga ada maksud jahatnya, bisa jadi berpotensi bikin misleading… Sampenya juga sepotong. Dan sepotong itu yang lain yakini sebagai kebenaran. Alhamdulillaah.
.
.
Jajal aja. Belom punya rumah, pengen kuliah di kampus2 tertentu, dlm&LN? Pengen haji, umrah? Dagang? Sepeda, motor, mobil… Coba nanem2 omongan. Jatohin omongan. Jgn ngandelin duit.
.
.
Nanemnya, nanem doa-doa dan juga tidak berdoa kecuali dengan bershalawat. Bersedekah. Dan amalan-amalan lain. Yg begini ini lebih dari afirmasi biasa. Sebab ia adalah doa, diiringi dengan shalawat, sedekah, dan amalan-amalan lain sebisanya. Akan berasa nanti di wkt2 mendatang, saat taneman ini gede, berbuah di kemudian hari.
.
.
Contoh: Kan biasa ke pasar toh? Coba ke pasar kemudian, sambil doa-doa. Dan tadi yah, tidak berdoa kecuali dengan membanyakkan shalawat. Shalawatnya harus lebih banyak juga daripada doa-doanya. Lakukan ini juga bertahun-tahun. InsyaaAllah akan terasa keluasan rizki. Bisa jadi juga kita malah jadi pedagangnya. dan bahkan kemudian jadi pedagang besar. Mensuplai pasar-pasar dan pedagang-pedagang. Coba aja dah.
.
.
Saya berpihak kepada yang lemah, miskin juga yang ga ada duit. Jangan ga mau juga diajarin ilmu beginian. Ilmu mahal. Jangan mau juga dijauhkan dari saya, hehehe.

Tunjuk, ambil, pergi..


Ini bukan ilmu “dunia”. Ini ilmu yakin. Ilmu percaya dan juga ilmu iman.
.
.
Jajal terus di beragam urusan…
.
.
Pengen anak jadi polisi? Jadi tentara? Coba aja dah shalat-shalat fardhunya juga Jum’atannya, pindah-pindah di/ke berbagai masjid di berbagai markas kepolisian dan atau tentara. Di sana kemudian, afirmasi dan afirmasi. Tapi bukan hanya afirmasi biasa melainkan juga doa. Afirmasi ke Allah langsung. Disertai shalawat dan juga sedekah. Apalagi dilakukan sejak ananda msh kecil. Bertahun-tahun. Tembus juga dah. InsyaaAllah.
.
.
Nah, saya tentu saja juga melakukan duluan. Saya nabung gini-gini, nabung shalawat, di mall-mall, pasar-pasar, showroom-showroom, hotel-hotel, dan lain sebagainya… Mangga.
https://www.instagram.com/reel/CdAz0ZDJNGu/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Hehehe. Demikian juga nasib video 1T, ngopi sama Nabi, ngeliat Nabi dlm keadaan sadar, naek pesawat 1000x setahun. Semua hasil potongan, diedit juga dibumbuin. Ya gitu dah jadinya.

Izin Allah.

Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal.

InsyaaAllah khair. Aamiin.

Semoga jd pelajaran bersama. Bismillaah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: