• home ym com


Uang Angin Pak Bejo (2)

uang angin pak bejo

Gambar 1: tambal ban

 Oleh: Anwar Sani (@AnwarSani_MOZA)

Biar nyambung, sebelum baca artikel ini, baca dulu Uang Angin Pak Bejo 1

Dalam perjalanan pulang, saya merasa bersalah. Semestinya mungkin harus memberi lebih dari Rp2000,00 karena jasa dia bukan sekadar menambah angin tapi juga menganalisis kondisi ban sehingga ga perlu ditambal apalagi ganti ban dalam.

Saya sampai kepikiran kata-katanya ‘’Kan saya dokter sepeda’’. Saya membandingkan, setiap mendiagnosis pasien, dokter manusia akan tetap menerima bayaran yang cukup gede, walaupun si pasien tidak sakit apa-apa. Jadi, saya merasa bersalah, telah memberi terlalu sedikit, sehingga uang dari saya ‘’hanya’’ dimasukkan ke kotak amal.

Sampai di depan rumah, Saffana langsung menyambut sepedanya dengan hati berbunga.

‘’Horee!!! Lho, Pah, kok cepet banget nambalnya?’’ tanya dia.

‘’Iya, kata tukang tambal ban, ga bocor jadi cuman dipompa.’’

‘’Ooo.’’

Langsung saja, Saffana menggowes sepedanya muter-muter komplek. Senengnya dia, karena sudah lama ga naik sepeda. Dia pun sudah janjian sama temannya untuk bersepeda ke mushola buat sholat maghrib nanti.

Baca selanjutnya.

You may also like...

2 Responses

  1. sonna says:

    Subhanallah,, ‘orang kecil’ aja mampu bersedekah. mengapa ‘orang besar’ sulit bersedekah?

  2. Rio says:

    Subahanallah, sampe netes nih air mata baca artikelnya, heehee..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.