Gerai-Online

Wawancara dengan detik.com

Baca Juga ...

39 Komentar

  1. rossi says:

    mantap

  2. khoirunnida says:

    Subhanalloh ustad..
    Baru aja sya liat dn dgr tausiyah ustad di MA Annida Al-Islamy..
    Sya trsentuh skali dgn tausiyah yg ustad bwakan..
    Mudah2an kdepan’a sya bsa jd pribadi yg lbih baik g trtama dlm hal ibadah kpda Alloh..
    Syukron jaziilan ustaf..mhon doanya..
    Wasslmualykum

  3. Moh Andi Fahrurozi says:

    Assalamu’alaikum wr.wb ust. Yusuf, saya pengen sekali ust. bisa memberi Tausiah di Masjid Jami Al-Ikhlas Pancasan Atas RT.05/01 Kel. pasir kuda kec. bogor barat kota bogor. di Mesjid ini sedang pembangunan tapi kurang lebih 2 tahun berjalan masih belum selesai pembangunan ini, mungkin ust. bisa memberi tausiah untuk masyarakat bisa menginfaqan rizkinya untuk pembangunan dan para pemuda di kampung kita ini masih belum banyak yang ke Mesjid saya pengen sekali ust. memberi ceramah bertemakan Zinah menghapus rejeki, maaf saya selaku pemuda di wilayah itu sangat sedih dengan melihat keadaan seperti yang diatas saya sampaikan, bahkan para pengurusnya pun (DKM) kurang menguasai untuk persoalan pembangunan yang masih belum selesai, sebentar lagi Ramadhan kami Jama’ah pengen sekali beribadah di Mesjid dengan nyaman bukan dengan keadaan Mesjid yang belum selesai, mohon ust. segera memberi tanggapan surat ini, misalnya kalau ust. tidak ada waktu untuk ceramah di Mesjid Al-Ikhlas yaaa sekiranya ust. berkenan menjadi Khutbah jum’at saja gimana? dimohon bantuannya ustadz, bila mana ust. berkenan saya akan segera konfirmasi ke Pak DKM karena saya pernah mengobrol dengan DKM beliau pernah berbicara ingin sekali di Mesjid ini Ust. Yusuf Mansur bisa ceramah tapi untuk menghubunginya pun ga tahu kemana dan biaya ceramahnya pun takut tidak bisa membayarnya, saya pengen ada perubahan yang lebih baik di kampung kita ini,, saya sudah kirim pesan ini ke kuliah Online tp msh blm da tanggapan, mohon di tanggapi, terima kasih Semoga Allah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, Aamiin. Wassalamu’alaikum wr.wb

  4. Buruh Bekasi says:

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Jawaban yg sangat jelas dan tegas Tad.. biasanya memang media suka memutarbalikan berita agar naik ratingnya.

    Maju terus pokoknya buat ustad..tp klo boleh saran dakwahnya rohaninya juga di perkuat lagi, maaf aja sepertinya sekarang dakwahnya lebih banyak temanya usaha.

  5. Audio Haji says:

    Subhanalloh ustad..

  6. Dwi says:

    Assallamuallaikum.wr.wb…salam sejahtera buat kaum muslimin semua. Nama sy H.Dwi/ 35 th sy punya usaha SPBU, klo diperkenankan sy pingin silaturahim ke Ustad. Trimsh

  7. Lulut Sasnito says:

    Cemungud Ustadz…… ayo beli kembali Indonesia yang tergadai…….

  8. Lulut Sasmito says:

    Ayo….. Beli kembali Indonesia……

  9. ahmad arief says:

    Makin pengen dekat dengan Ustadz,… :-)

  10. cantik says:

    ustad sy dari Merauke – Papua,saya bersyukur sekali dapat menghadiri kajian Islam Bulanan pada tanggal 30 juni 2013.
    sedikit cerita mengenai tentang keyakinan ustad,saya sangat bersyukur karena apa yang saya yakini ,alhamdulillah terkabul.
    saya sering mengikuti ceramah ustad di ANTV – WISATA HATI dan sya berkata dalam hati pasti saya dpt ketemu dgn ustad wlpun sy tdk dpt komunikasi langsung dg ustad Subhannalah…..
    jadi benar kata Ustad arti YAKIN itu Ya benar2 hrs kita yakini dgn niat dan perbuatan kita sehari alhamdulillah akhirnya terkabul.
    jadi Mohon doanya ustad agar saya tetap istiqomah, dan selalu melksanakan semua ajaran dan peintah Allah Swt amin…..

  11. miranti says:

    Kalau mau naik kelas dulu qta harus ujian dulu….

    Jadi anggap saja ustadz lagi mau naik kelas jadi kudu diuji dulu, mudah2an lulus dengan lancar dan naik kelas…
    He he he

  12. Les Privat says:

    Bagi anda yang membutuhkan jasa les privat di area Jakarta, kunjungi website http://lesprivatsmp.net

  13. Hamba Allah says:

    SURAT TERBUKA
    UNTUK DARUL QUR’AN

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi
    Wabarakatuh.

    Kutulis surat ini sebagai curahan
    hati wali santri , yang ingin melengkapi dan memperbaiki sistem yang ada di
    DAQU. Saya berharap DAQU legowo menerimanya.

    Sebagai orang tua tentu menginginkan
    yang terbaik untuk putra – putrinya sehingga saya daftarkan putra saya ke
    DAQU. Dengan rincian :

    1. Pendaftaran
    Indent Rp 10.000.000,-

    2. Shahriyah
    indent @ Rp 200.000 x 12 bulan Rp
    2.400.000,-

    3. Sumbangan
    gedung ( sedekah ) Rp 30.000.000,-

    4. Syahriyah @
    Rp 2.500.000 x 12 bulan Rp
    30.000.000,-

    Total Rp 72.400.000,-

    Sebagai orang tua tentu berasumsi
    sekolah bagus tentu mahal. Dan uang tersebut akan sebanding dengan yang
    diharapkan :

    a. Kurikulum
    Internasional.

    b. Pengajar
    orang asing ( natif Speaker ).

    c. Berprestasi
    di dalam dan luar negri.

    d. Hafal Qur’an.

    e. Fasih Bahasa
    Arab dan Inggris.

    f.
    Dapat melanjutkan sesuai cita cita seperti : dokter,
    polisi, insinyur, pilot.

    g. Sesuai dengan
    bahasa iklan di spanduk – spanduk.

    Semua itu yang membuat orang tua
    terpikat untuk menyekolahkan anaknya di sini. Tapi apa yang di dapat jauh
    panggang dari api.

    1. Jangankan
    untuk membayar orang asing, gaji karyawan Daqu saja sangat meprihatinkan. Apa
    lagi ada doktrin : “ Mau naik gaji ? , Perbanyak sedekah “. Tolong bedakan
    antara gaji professional dengan sedekah. Bahkan menurut cerita beberapa guru
    tidak di gaji ber bulan – bulan, dengan alasan mendidik loyalitas. Ini bukan
    mendidik , tapi sebuah kezoliman dengan menunda gaji.

    2. Bagaimana mungkin
    santri dapat mewujudkan cita – citanya untuk jadi dokter, insinyur, polisi,
    pilot ? Lah kurikulum saja tidak jelas. Di kelas ‘Idad hanya diberikan mungkin
    10 % materi umum ( bila tidak dikatakan tidak ada sama sekali ). Hal yang
    memprihatinkan santri naik kelas 8 atau kelas 11 dengan tidak ada bekal ilmu
    umumnya. Mana mungkin dapat terwujud cita – cita mereka.

    3. Belum lagi
    fasilitas. Sungguh naïf dengan nama internasional. AC full Keringat, baik di
    kelas, maupun di mobil Daqu. Apalagi bila ke Toilet , sungguh sangat jorok,
    kotor, dan menjijikan.

    Ini beberapa usul, untuk perbaikan
    Daqu.

    1. Hapus nama
    Internasional

    2. Tinjau
    kembali ‘Idad. Bila perlu 1 tahun ‘Idad , 3 tahun berikutnya sekolah biasa.
    Sehingga maksimal kelas 7 dan kelas 10 nya. Jadi 4 tahun nyantri .

    3. Gaji
    professional OB 2 juta, Satpam 3 juta, guru 4 juta. Sungguh sangat naïf kerja
    di lembaga internasional, tapi gaji ndeso.

    4. Hentikan
    media iklan, baik dengan media TV dan spanduk. Rasanya malu bila isi iklan
    tidak sesuai dengan kenyataan. Lebih baik tingkatkan mutu dan kwalitas. Di
    jamin itu media mujarab. Karena orang akan berbondong – bonding masuk ke Daqu
    dengan mutu dan kwalitas terbaik, bukan karena figure ust Yusuf Mansur.

    5. Benahi sistem
    .

    6. Subsidi
    silang untuk kalangan tidak mampu. Dan bukan basa basi.

    Ini saja curahan hati saya sebagai
    wali santri. Semoga bermanfaat. Dan mohon maaf lebih dan kurangnya.

  14. Hamba Allah says:

    Masya Allah Mahal amat ya biayanya, itu komentar saya ambil dari sumber link hamba Allah.

    Sungguh sangat kontras dengan gembar gembor sedekahnya, bagaimana orang tidak mampu mau bisa belajar kalau biaya sampai 70 jutaan, ampun2 …

    Berbicara sedekah dan menyarankan sedekah ke orang lain tapi biaya pendidikan di hajar habis2an

    Mohon konfirmasi apa benar seperti itu wahai para ustadz?

    atau komentar ini mau dihapus monggo silahkan, :)

    Terlalu mahal gak sesuai dengan program sedekah, dia menyuruh orang bersedakh tanpa itungan, malah dia sendiri membuat sekolah saja itungan gak ketulungan

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply


6 + 5 =

facebook like